MALANG POST – Seorang pengemudi truk tangki bermuatan tetes tebu asal Mojokerto, Mustain (53), tewas di tempat, usai kendaraannya mengalami rem blong dan terguling menghantam pohon di Jalan Lingkar Barat (Jalibar), Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Kamis (23/7/2026) siang.
Siang bolong di Jalibar Kepanjen mendadak gempar. Suara benturan keras mengagetkan warga sekitar.
Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 12.15 WIB, sebuah truk tangki bernomor polisi L 8573 UD oleng tak terkendali. Kendaraan besar bermuatan cairan tetes tebu itu melaju dari arah Blitar menuju Malang.
Tepat di area jalan menikung Jalan Lingkar Barat (Jalibar), Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, petaka itu terjadi. Rem truk mendadak blong.
Dalam rekaman CCTV milik warga sekitar, detik-detik mencekam itu terekam sangat jelas. Truk datang dengan kecepatan cukup tinggi. Saat berbelok mengikuti lekukan jalan, kendaraan tak bisa dikendalikan.
Beban tonase tetes tebu yang berat membuat truk langsung terguling hebat. Tak berhenti di situ, truk meluncur keras menghantam dua pohon besar di tepi jalan.
Hantamannya dahsyat. Kabin depan ringsek parah tak berbentuk. Muatan cairan tetes tebu hitam pekat tumpah ruah, menggenangi aspal jalanan.

HANCUR: Inilah kondisi truk tangki nopol L 8573 UD yang dikemudikan Mustain, setelah oleng dan menabrak dua pohon. (Foto: Istimewa)
Petugas Satlantas Polres Malang dan tim gabungan yang tiba di lokasi sempat dibuat bingung. Pengemudi truk tak terlihat di dalam kabin yang hancur meleleh itu.
Pencarian ekstra pun dilakukan bersama warga setempat. Setelah menyisir area kolong kendaraan, korban akhirnya ditemukan. Sang sopir berada di bawah badan truk yang terguling, terjepit dalam kondisi sudah tak bernyawa.
Proses evakuasi berjalan dramatis dan memakan waktu cukup lama. Petugas harus berjuang keras membongkar reruntuhan kabin dan beban kendaraan. Baru pada pukul 14.21 WIB, jasad korban berhasil diangkat dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah.
Identitas korban terungkap. Bernama Mustain, usianya 53 tahun. Ia merupakan warga Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang, Ipda Samsul Khoirudin, menyebut dugaan kuat penyebab kecelakaan ini adalah kegagalan fungsi pengereman saat kendaraan menanggung beban puncak.
“Dugaan awal rem blong. Karena isi muatan penuh, kendaraan tidak bisa terkendali saat jalan menikung hingga terguling menabrak pohon pertama dan pohon kedua lalu berhenti,” jelas Samsul saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2026).
Beruntung, saat kejadian kondisi lalu lintas di Jalibar sedang sepi. Tidak ada pengendara lain yang disambar truk hilang kendali tersebut.
“Pada saat kejadian arus lalu lintas sedang sepi sehingga tidak ada korban lain,” tambah Samsul.
Polisi kini sudah mengamankan lokasi, mengumpulkan rekaman CCTV, serta memeriksa barang bukti. Namun imbauan keras kembali ditiupkan: armada angkutan barang jangan pernah main-main dengan kelaikan kendaraan. Pengecekan rem sebelum jalan adalah harga mati.
Nyawa Mustain melayang di Jalibar siang ini. Sebuah pengingat pahit bahwa tonase berat dan rem blong adalah kombinasi mematikan di jalan raya. (Ra Indrata)




