MALANG POST – Menjaga kesehatan tidak harus menunggu tubuh memberi tanda sakit. Pesan itu disampaikan Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Dewanti Rumpoko saat menggelar sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat bersama Kelompok Masyarakat Sekar Arum Nusantara di Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Kesadaran menjaga kesehatan sejak dini terusgda masyarakat. Salah satunya dilakukan Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur Dra. Dewanti Rumpoko, M.Si., melalui sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Kegiatan yang digelar bersama Kelompok Masyarakat Sekar Arum Nusantara tersebut berlangsung di Taloka Swimming Pool and Cafe, Selasa (22/9/2026).
Sosialisasi itu menjadi bagian dari agenda Sowan (Sosialisasi Dewan). Kegiatan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui pencegahan dan penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Dewanti mengatakan kesehatan seharusnya tidak hanya menjadi perhatian ketika seseorang sudah mengalami sakit. Menurut dia, kesadaran menjaga tubuh perlu dibangun sejak dini melalui kebiasaan hidup sehat.
“Pemahaman dasar mengenai pencegahan harus diutamakan agar masyarakat tidak baru bertindak saat tubuh sudah jatuh sakit. Oleh karena itu, kami mensosialisasikan gaya hidup sehat,” kata Dewanti.
Ia mengatakan berbagai risiko penyakit yang dihadapi masyarakat membuat edukasi mengenai pola hidup sehat semakin penting.
“Tindakan mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Kita tidak perlu menunggu sakit lalu ke rumah sakit atau membebani BPJS. Hidup sehat sejak awal adalah kunci agar kita tetap bertenaga, produktif, dan bermanfaat,” lanjutnya.

Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Dra. Dewanti Rumpoko, M.Si. (Foto : Nino Wiwantara/Malang Post)
Edukasi untuk Berbagai Usia
Dalam kegiatan tersebut, Dewanti didampingi narasumber dr. Megawati. Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar menjaga kesehatan tubuh, penerapan pola hidup sehat serta langkah pencegahan penyakit yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Materi disampaikan dengan pendekatan sederhana agar mudah dipahami peserta dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga masyarakat usia paruh baya.
Dewanti mengatakan antusiasme masyarakat menjadi salah satu indikator bahwa edukasi kesehatan masih dibutuhkan secara langsung di tengah masyarakat.
“Kali ini antusiasmenya sangat luar biasa. Semua yang hadir dari berbagai usia sangat memperhatikan, memahami, dan merasa mendapat manfaat,” paparnya.
Menurut dia, tujuan kegiatan tersebut bukan sekadar memberikan informasi kesehatan. Lebih jauh, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan yang cukup untuk merawat tubuh secara mandiri.
“Tujuan kami sederhana sekali, intinya supaya bisa membuat masyarakat sadar dan paham cara merawat tubuhnya sendiri. Ilmu yang kami bagikan ini semoga menjadi bekal berharga agar semua tetap sehat dan bugar,” ujarnya.
Berlanjut ke Wilayah Malang Raya
Dewanti menyampaikan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat akan terus dilakukan di berbagai wilayah Malang Raya. Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu agenda, tetapi berkembang menjadi edukasi yang lebih terarah sesuai kebutuhan masyarakat.
“Saya akan terus berkeliling ke setiap daerah di Malang Raya agar pesan ini sampai ke seluruh lapisan masyarakat. Apa yang terjadi hari ini bukan akhir, melainkan awal,” tambahnya.
Selain menyampaikan edukasi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi Dewanti untuk menyerap aspirasi masyarakat. Masukan warga akan menjadi bahan dalam penyusunan program kesehatan yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Dewanti juga memastikan aspirasi masyarakat dan kader kesehatan akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan fokus materi edukasi pada kegiatan berikutnya.
Dengan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, sosialisasi diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Pesan utamanya adalah membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama dan dimulai dari kebiasaan setiap individu. (Nino Wiwantara/Ra Indrata)




