MALANG POST – Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Jawa Timur, menjalin kerja sama strategis dengan Taekwondo Promotion Foundation (TPF) di Muju, Korea Selatan, pertengahan Juli 2026, untuk meningkatkan kualitas atlet lokal dan menyiapkan kejuaraan internasional di Jawa Timur.
Kalau ingin atlet kelas dunia, tempat bergurunya pun harus di kiblatnya.
Prinsip itulah yang diusung Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Jawa Timur. Mereka tak mau hanya jago kandang. Pengprov TI Jatim terbang langsung ke Korea Selatan pada pertengahan Juli 2026.
Misi mereka satu: membuka pintu kolaborasi internasional demi mendongkrak kualitas atlet Jawa Timur.
Rombongan dipimpin langsung Ketua Umum Pengprov TI Jatim, Mayjen TNI (P) Yusman Madayun. Ia tidak sendiri. Yusman didampingi Penasehat Hubungan Internasional Master Han Kwang Gil—yang asli Korea Selatan—serta Pembina Hubungan Internasional Master Chandra Putra Negara beserta jajaran pengurus.
Gerak cepat langsung dimulai. Langkah awal menyasar perbaikan manajemen.
Pada 15 Juli 2026, delegasi Jatim menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kantor Hukum Taegwang di Korea. Tujuannya jelas: memoles tata kelola organisasi agar makin profesional dan tertata rapi.

Hari berikutnya, Rabu (16/7/2026), rombongan meluncur ke Taekwondowon di Kota Muju. Ini adalah “Makkah”-nya olahraga bela diri taekwondo dunia.
Di sana, delegasi Jawa Timur disambut hangat oleh Presiden Taekwondo Promotion Foundation (TPF), Kim Jung-heon. Pertemuan ini bak gayung bersambut. Kim bukan orang asing bagi olahraga Indonesia. Ia adalah mantan Sekretaris Jenderal Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Kim paham betul potensi sekaligus kebiasaan atlet tanah air.
Mayjen TNI (P) Yusman Madayun menegaskan, diplomasi ke Negeri Ginseng ini merupakan wujud nyata komitmen pengurus untuk mendongkrak level taekwondo Jawa Timur.
“Kami memiliki harapan besar melalui kunjungan dan sinergi ini, Pengprov TI Jatim dapat mengkolaborasikan cabang olahraga taekwondo di kancah dunia. Ini adalah upaya kami untuk terus mendongkrak kualitas atlet dan menciptakan ekosistem olahraga yang lebih profesional dan kompetitif di Jawa Timur,” tegas Yusman, Senin (21/7/2026).
Yusman sadar betul. Kunci mencetak juara dunia adalah memberikan akses pelatihan berstandar global bagi atlet-atlet lokal.
Diplomasi ini tak bertepuk sebelah tangan. Kim Jung-heon menyambut terbuka dan siap pasang badan mendukung Jawa Timur. Kerja sama konkret pun disepakati.
TPF bersiap menggelar kejuaraan bertaraf internasional di Jawa Timur. Namanya sudah disiapkkan: Taekwondo Promotion Foundation East Java Championship.
Ajang ini diproyeksikan menjadi kawah candradimuka baru bagi atlet-atlet lokal untuk menjajal ketangguhan lawan dari luar negeri tanpa harus selalu jauh-jauh bertanding ke Eropa atau Amerika.
Langkah Pengprov TI Jatim ini membuktikan satu hal: untuk terbang tinggi di panggung dunia, birokrasi olahraga tak boleh cuma duduk manis di balik meja. Harus berani menjemput bola hingga ke kiblatnya. (Ra Indrata)




