SERIUS: Joel Vinicius dan Dendi Santoso bersama pemain Arema lainnya, saat berlatih untuk persiapan menghadapi DPMM FC, Jumat (31/7/2026) sore di laga ke-3 Piala Presiden. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Gelandang Arema FC Gustavo França, mengapresiasi tingginya kualitas Piala Presiden 2026 setelah bersua klub-klub luar negeri di Grup A. Sementara kehadiran analis taktik anyar Matheus Lacerda, menjadi kunci persiapan Singo Edan menjelang laga penentu versus DPMM FC di Bandung, Jumat (31/7/2026).
Sentuhan internasional di panggung Piala Presiden 2026, memberikan kesan mendalam bagi gelandang Arema FC, Gustavo França. Legiun asing asal Brasil berusia 29 tahun itu mengaku sangat menikmati dinamika kompetisi yang tersaji di Grup A.
Bagi França, kesempatan berhadapan dengan klub-klub luar negeri seperti Tampines Rovers (Singapura) dan DPMM FC (Brunei Darussalam), menjadi pengalaman yang teramat berharga.
Musim lalu, saat masih berseragam Persija Jakarta, França belum sempat merasakan magis dan riuk-pikuk turnamen pramusim ini. Musim 2026 menjadi debut resminya di Piala Presiden.
“Selain klub-klub hebat Indonesia, ada dua tim dari luar negeri yang ikut bersaing. Hal itu menunjukkan betapa tingginya kualitas dan gengsi turnamen ini,” ujar Gustavo França, melansir dari Wearemania.
Menurut mantan pemain Persija tersebut, kehadiran tim-tim mancanegara memberi warna dan tantangan berbeda. Karakter permainan tiap negara berbeda-beda. Ini menjadi kawah candradimuka yang ideal bagi Arema FC sebelum mengarungi sengitnya kompetisi resmi Super League musim 2026/2027.
“Ini turnamen yang sangat besar dan penting. Setiap pertandingan adalah kesempatan emas bagi kami untuk membangun kekompakan serta meningkatkan performa tim,” tegasnya.
Asa Singo Edan untuk menembus babak semifinal, kini terbuka lebar usai memetik kemenangan krusial 2-1 atas Tampines Rovers, Selasa (28/7/2026). Hasil positif itu mengokohkan Arema FC di posisi runner-up Grup A dengan koleksi 3 poin, membuntuti Persib Bandung yang bertahta di puncak dengan 6 poin.
Namun, di balik kemenangan penting atas tim Singapura tersebut, ada peran sosok kunci di balik layar yang tak banyak disorot: Matheus Lacerda.
Kedatangan analis taktik anyar asal Brasil itu menjadi jawaban atas kegelisahan pelatih Marcos Santos. Sebelumnya, jajaran pelatih sempat melontarkan kekhawatiran lantaran buta akan kekuatan serta karakter permainan Tampines Rovers dan DPMM FC.
Masuknya Matheus Lacerda langsung menyuplai data akurat, potongan video, dan bedah taktik mendalam kepada tim pelatih. Hasilnya terbukti ampuh saat menjinakkan Tampines Rovers.
Pentingnya peran Lacerda diakui langsung oleh pemain senior Arema FC, Dendi Santoso. Menurut Dendi, masukan data dari sang analis membuat para pemain mengerti apa yang harus dilakukan di atas lapangan.
“Alhamdulillah, sekarang kami memiliki analis baru yang memberikan masukan detail kepada tim pelatih. Data dan pengamatannya sangat membantu kami memahami karakter lawan yang sebelumnya tidak familiar,” ungkap Dendi.
Suntikan analisis Lacerda bakal kembali diuji saat Arema FC melakoni laga penentu Matchday 3 melawan DPMM FC pada Jumat (31/7/2026) pukul 15.30 WIB di Stadion Si Jalak Harupat. Arema FC hanya membutuhkan hasil imbang untuk menyegel tiket semifinal.
Meski disokong analisis taktik yang tajam, Dendi mengingatkan rekan-rekannya bahwa penentu utama di lapangan tetaplah determinasi dan kerja keras para pemain sendiri.
“Sebagus apa pun strategi dan analisisnya, keputusan akhir ada di perjuangan kami di lapangan. Sebagai pemain, kami harus memberikan yang terbaik menghadapi tim luar negeri. Ingat, kita ini tuan rumah di Indonesia,” tegas pahlawan senior Singo Edan itu penuh semangat. (Ra Indrata)




