DORONG: OJK dorong budaya Pelajar menabung melalui TOT untuk para kepsek dan guru di Kabupaten Probolinggo. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, berkolaborasi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Probolinggo, Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II Surabaya, dan industri perbankan, menggelar Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) untuk Komunitas Mahasiswa dan Pelajar Sadar Investasi-Strategi Akses Ekonomi (KEJAR KOMPAS – SAE). Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (30/7/2026).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang berkolaborasi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Probolinggo, Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II Surabaya, dan sektor perbankan meluncurkan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) untuk Komunitas Mahasiswa dan Pelajar Sadar Investasi-Strategi Akses Ekonomi (KEJAR KOMPAS – SAE).
Kegiatan yang diselenggarakan di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo tersebut diikuti lebih dari 500 kepala sekolah, guru, dan komite sekolah di lingkungan Kabupaten Probolinggo secara luring, serta 100 peserta lainnya secara daring.
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mendukung keberlanjutan Program KEJAR.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin para guru menjadi penggerak literasi keuangan di lingkungan sekolah. Mereka akan menjadi ujung tombak dalam menanamkan kebiasaan menabung, mengenalkan produk serta layanan keuangan formal, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan keuangan digital,” ujar Farid, Kamis (30/7/2026).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Bambang S. Hidayat, menyatakan bahwa Program KEJAR sangat selaras dengan agenda edukasi keuangan LPS, khususnya dalam mengenalkan penjaminan simpanan nasabah di bank.
“Dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menabung di lembaga keuangan formal, fondasi perekonomian daerah pun akan makin kuat,” jelas Bambang.
Komitmen Bersama dan Penyerahan 1.500 Tabungan Simpel
Bupati Probolinggo yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo, Abdul Ghafur, menegaskan bahwa kolaborasi antarpemangku kepentingan melalui KEJAR KOMPAS – SAE merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda yang bijak mengelola keuangan.
Dalam rangkaian perhelatan tersebut, seluruh pihak terkait menandatangani Komitmen Bersama sebagai wujud penguatan sinergi memperluas jangkauan program KEJAR secara berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK)—yang diwakili Bank Mandiri, Bank Jatim, dan BPR Sentral Arta Jaya—menyerahkan secara simbolis lebih dari 1.500 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) kepada para siswa jenjang SD, SMP/MTs, hingga SMA/MA di Kabupaten Probolinggo.
Tak hanya itu, OJK bersama PUJK turut menyediakan booth layanan edukasi yang melayani konsultasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan literasi keuangan bagi masyarakat luas.
Melalui sinergi erat pemda, LPS, dan PUJK, OJK Malang terus mendorong perluasan Program KEJAR KOMPAS – SAE. Langkah ini diharapkan tidak sekadar membuka akses tabungan bagi pelajar, melainkan juga menanamkan budaya finansial yang sehat demi mewujudkan kesejahteraan keuangan generasi muda. (Eka Nurcahyo)




