SANTAI: Pemain-pemain Arema saat bersiap memulai latihan untuk persiapan menghadapi DPMM FC di Piala Presiden 2026, Jumat (31/7/2026) sore. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Arema FC akan melakoni laga hidup-mati, melawan DPMM FC pada matchday ketiga Grup A Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, Jumat (31/7/2026) pukul 15.30 WIB, di mana pelatih Marcos Santos siap melakukan rotasi, demi mengamankan tiket semifinal sekaligus menghindari risiko cedera pemain.
Laga hidup-mati bakal dilakoni Arema FC, sore nanti. Bertempat di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat (31/7/2026) pukul 15.30 WIB, skuad Singo Edan ditantang klub asal Brunei Darussalam, DPMM FC, pada pertandingan pamungkas (matchday 3) Grup A Piala Presiden 2026.
Misi Arema FC cuma satu: mengunci status runner-up Grup A demi menyusul Persib Bandung melenggang ke babak semifinal.
Namun, juru taktik Arema FC, Marcos Santos, berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi, kemenangan atau hasil imbang adalah harga mati. Di sisi lain, badai kelelahan mulai menggerogoti kebugaran para pemain utamanya usai melakoni jadwal turnamen pra-musim yang teramat padat.
“Persiapan berjalan dengan baik. Para pemain masih dalam tahap pemulihan, dan banyak di antara mereka yang kondisi fisiknya belum 100 persen,” tutur Marcos Santos.
Pelatih asal Brasil itu menegaskan, tidak ingin mengambil risiko konyol menumbalkan fisik pemain, hanya demi ambisi jangka pendek. Baginya, Piala Presiden adalah kawah candradimuka untuk mempersiapkan tim mengarungi kompetisi panjang Liga 1.
“Kami harus mengontrol hal ini agar tidak kehilangan pemain karena cedera di sisa musim nanti. Ini adalah turnamen yang ketat dengan tim-tim besar, tetapi fokus utama kami adalah menyiapkan tim untuk mengarungi satu musim penuh, bukan cuma untuk pertandingan besok saja,” tegasnya.
Sinyal rotasi pemain pun dihembuskan kuat-kuat. Marcos dipastikan bakal merombak starting XI untuk menyuntikkan tenaga segar di atas lapangan.
“Beberapa pemain kondisi fisiknya menurun karena bermain dalam dua pertandingan berturut-turut. Kami harus berhati-hati dan melihat siapa yang paling mengalami kelelahan agar tidak berisiko cedera. Kami harus melakukan rotasi dan mempersiapkan seluruh anggota skuad,” imbuhnya.
Di papan klasemen sementara Grup A, Arema FC saat ini nangkring di posisi kedua dengan perolehan 3 poin—hasil dari satu kemenangan dramatis 2-1 atas Tampines Rovers dan satu kekalahan dari tuan rumah Persib Bandung.
Kalkulasi matematis untuk lolos ke babak semifinal sebenarnya berada di tangan Singo Edan sendiri. Kemenangan atas DPMM FC otomatis menyegel tiket knock-out tanpa perlu bergantung pada hasil laga lain.
Namun, jika laga berakhir imbang, Arema FC masih memegang kendali atas tiga skenario keselamatan:
- Skenario Pertama (Arema Imbang, Persib Menang): Persib menggilas Tampines Rovers. Poin akhir: Persib (9), Arema FC (4), DPMM FC (2), Tampines Rovers (1). Arema FC otomatis lolos mendampingi Persib sebagai runner-up.
- Skenario Kedua (Arema Imbang, Persib Imbang): Laga Persib vs Tampines berakhir tanpa pemenang. Poin akhir: Persib (7), Arema FC (4), DPMM FC (2), Tampines Rovers (2). Arema FC tetap melenggang mulus ke semifinal.
- Skenario Ketiga (Arema Imbang, Tampines Menang): Tampines Rovers membuat kejutan membekuk Persib. Poin akhir: Persib (6), Arema FC (4), Tampines Rovers (4), DPMM FC (2). Meski poin Arema dan Tampines sama-sama 4, Arema FC berhak lolos karena unggul head-to-head atas Tampines Rovers.
Batas minimal absolut Singo Edan di Si Jalak Harupat adalah seri. Sebab jika Arema FC sampai terpeleset dan kalah dari DPMM FC, pintu semifinal dipastikan tertutup rapat. DPMM FC bakal merangsek ke posisi dua dengan 4 poin, mendepak Arema yang tertahan di angka 3.
Marcos Santos tetap optimistis kedalaman skuadnya mampu menjawab tantangan krusial ini.
“Kondisinya baik. Poin utamanya adalah melakoni pertandingan dengan target maksimal, sekaligus menjaga kondisi para pemain,” pungkasnya mantap. (Ra Indrata)




