PODCAST: Direktur City Guide, Eko Setiawan, bersama Chief Business & Commercial Arema FC, Irma Prianti dan Manager Operasional Arema FC, Sudarmaji, di studio Radio City Guide 911 FM. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Manajemen Arema FC, membeberkan peta jalan dan arah transformasi strategis klub, yang berfokus pada penguatan tata kelola profesional, perbaikan total sistem keamanan Stadion Kanjuruhan, hingga kemandirian finansial dalam siaran program podcast Galeri City Guide di Radio City Guide 911 FM.
Mengelola klub sepak bola modern, tidak bisa lagi cuma mengandalkan romantisme sejarah atau kejayaan masa lalu.
Di era industri panggung hijau yang makin kompetitif, tata kelola yang transparan, sistem keamanan yang presisi, serta kemandirian finansial menjadi benteng utama agar klub tetap bertahan dan berprestasi.
Arah transformasi besar itulah yang kini sedang dipacu oleh manajemen Arema FC.
Manajemen Arema FC secara terbuka membeberkan berbagai langkah strategis, menyambut bergulirnya kompetisi musim anyar.
Pemaparan mendalam tersebut disampaikan langsung oleh Chief Business & Commercial Arema FC, Irma Prianti, bersama Manager Operasional Arema FC, Sudarmaji, di studio Radio City Guide 911 FM.
Irma Prianti mengungkapkan, pasca-kembali bermarkas di Stadion Kanjuruhan sejak tahun 2024 lalu, pembenahan sistem operasional Panitia Pelaksana (Panpel) dilakukan secara ketat dan tanpa kompromi.
Faktor keselamatan serta kenyamanan penonton di atas tribun ditempatkan di hirarki paling atas.
Guna menjamin hal itu, manajemen menerapkan kategorisasi laga (green, yellow, red) untuk memetakan tingkat risiko pertandingan. Langkah ini diambil untuk memastikan standar safety & security berjalan presisi di lapangan.
Sistem penjualan tiket penonton, juga telah bermigrasi total ke platform digital online.
Menariknya, setiap lembar tiket digital yang dibeli suporter, kini sudah mencakup perlindungan asuransi pertandingan (match insurance) serta paket F&B (food and beverage bundling).
Pembenahan tata kelola stadion yang terukur tersebut, berbuah manis pada pemulihan iklim bisnis dan investasi tim. Kepercayaan dari mitra brand besar perlahan pulih dan kembali merapat ke Malang.
Sponsor utama seperti Bank BTN (tahun kedua), TCT, RANS, hingga Lapak Gaming, dipastikan menempel gagah di jersey resmi tim musim ini.
Irma menegaskan, memikat banyak mitra sponsor merupakan langkah realistis demi memagari operasional tim dari krisis finansial.
“Kesehatan finansial dan keberlanjutan klub berada di atas sekadar estetika jersey,” tegas Irma Prianti.
Di atas lapangan hijau, manajemen mematok target kompetisi yang realistis namun tetap bergengsi. Singo Edan membidik posisi 5 besar di papan atas klasemen akhir.
Meski siap bertarung sengit di papan atas, komitmen pembinaan talenta lokal tidak pernah ditinggalkan.
Manager Operasional Arema FC, Sudarmaji, menegaskan klub konsisten merawat Akademi Arema dari jenjang U-10 hingga U-20.
Hasilnya nyata di tim utama. Musim ini, terdapat empat pemain muda jebolan akademi internal yang sukses menembus skuad utama pilihan tim pelatih.
Lebih jauh, Arema FC memandang sepak bola bukan cuma sebagai industri bisnis semata, melainkan bagian dari kultur dan urat nadi warga Malang Raya.
Manajemen mengibarkan program Goes to School dengan menyambangi sekolah-sekolah secara berkala.
Program edukasi ini bertujuan mengenalkan kepada generasi muda bahwa sepak bola adalah olahraga yang aman, berdisiplin, dan menyenangkan.
Guna memperkuat akar ekonomi daerah, Arema FC juga membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya bagi pelaku UMKM lokal dan media untuk tumbuh bersama membangun ekosistem Malang Raya. (Ra Indrata)




