MALANG POST – Polres Malang menerjunkan personel gabungan untuk mengintensifkan patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di sepanjang kawasan wisata Pantai Balekambang hingga Pantai Regent, Kecamatan Bantur, demi mengantisipasi bahaya ombak ganas saat libur akhir pekan, Minggu (6/9/2026).
Pesona keindahan Pantai Selatan Malang memang tidak pernah gagal menyedot perhatian wisatawan. Namun di balik hempasan ombak yang megah, potensi bahaya keselamatan selalu mengintai para pengunjung yang nekat bermain air.
Guna mencegah terjadinya musibah laut, jajaran Kepolisian Resor Malang mengambil langkah siaga penuh.
Polres Malang melipatgandakan intensitas patroli di sejumlah objek wisata bahari favorit selama libur akhir pekan.
Penyisiran difokuskan di kawasan Pantai Balekambang hingga Pantai Regent, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
Gelar KRYD tersebut mulai bergulir pada Minggu (6/9/2026) pukul 09.00 WIB.
Petugas bergerak menyusuri bibir pantai, memantau pergerakan arus massa, sekaligus menyampaikan teguran keselamatan secara persuasif kepada para pelancong.
Aksi pengawasan lapangan ini melibatkan Kapolsek Bantur AKP Ahmad Taufik Syafiudin, jajaran Babinsa, serta personel BKPH Sengguruh wilayah Bantur.
Dari pantauan udara dan darat, arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat menuju arah pantai selatan melaju tertib dan lancar.
Sementara itu, kantong-kantong parkir di Pantai Balekambang mulai dipadati kendaraan. Jumlah kunjungan diperkirakan menembus lebih dari 1.500 wisatawan.
Melihat lonjakan jumlah pengunjung, petugas tanpa henti menyuarakan larangan keras berenang di laut lepas.
Wisatawan diminta untuk menahan diri dan hanya boleh bermain air di area dangkal sekitar bibir pantai.
Kasihumas Polres Malang, AKP M Budiono, menegaskan peningkatan eskalasi patroli bertujuan menciptakan rasa aman serta menekan angka kecelakaan air.
“Patroli kami tingkatkan di kawasan wisata, terutama saat akhir pekan dan hari libur. Selain menjaga keamanan, petugas memberikan imbauan agar wisatawan mengutamakan keselamatan,” kata AKP Budiono, Minggu (6/9/2026).
Budiono memperingatkan bahwa karakter gulungan ombak Pantai Selatan sangat dinamis dan kerap menyapu mendadak.
Pengunjung dilarang keras mengabaikan rambu larangan yang dipasang di sepanjang pesisir.
“Kami mengimbau wisatawan tidak berenang di laut. Jika ingin bermain air, tetap di area yang aman dan jangan memaksakan diri ketika kondisi ombak kurang bersahabat. Orang tua juga kami minta mengawasi anak-anaknya,” tegas Budiono.
Selain memberikan instruksi keselamatan laut, kepolisian mengarahkan pengunjung untuk mematuhi arahan para penjaga pantai (life guard).
Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat medis maupun pengamanan dapat melapor ke pos polisi terdekat atau mengakses layanan bebas pulsa Polri di nomor 110.
“Kami ingin masyarakat bisa menikmati liburan dengan aman dan nyaman. Keselamatan tetap menjadi yang utama,” pungkas Budiono. (HmsResma/Ra Indrata)




