NGAJI: Pada Minggu (6/9/2026), Abah Sanusi menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Roudlotul Muttaqin Desa Codo, Kecamatan Wajak. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
MALANG POST – Bupati Malang HM. Sanusi, melakoni rangkaian agenda safari akhir pekan, dengan menghadiri Festival Budaya Desa Bangelan di Kecamatan Wonosari pada Sabtu (5/9/2026) malam, lalu dilanjutkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Roudlotul Muttaqin Desa Codo, Kecamatan Wajak, Minggu (6/9/2026) siang.
Membangun daerah yang maju, tidak cukup cuma mengandalkan beton dan jalan aspal. Kemajuan fisik harus berjalan seiring dengan pemeliharaan akar budaya lokal, serta penguatan karakter spritual warga.
Dua fondasi itulah yang terus dirawat oleh Bupati Malang, HM. Sanusi.
Dalam kurun dua hari berturut-turut, Sanusi merajut panggung kemasyarakatan di dua lokasi berbeda.
Safari diawali pada Sabtu (5/9/2026) malam. Sanusi bertandang ke Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, untuk membuka Festival Budaya Desa dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Di hadapan ratusan warga yang memadati area festival, Sanusi menggelorakan semangat kebangsaan.
“Dirgahayu Republik Indonesia, Merdeka. Semoga Bangsa Indonesia semakin maju, dan mari kita doakan semoga para pejuang yang telah gugur mendahului kita dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT,” sapa Sanusi, Sabtu (5/9/2026).
Sanusi melempar pujian setinggi langit atas kreativitas parade budaya, yang ditampilkan oleh warga tiap RT dan RW.
Warga saling adu kreasi mengenakan kostum pewayangan hingga gaun daur ulang kreatif.

DI WONOSARI: Bupati Malang bersama Ketua TP PKK, saat hadir dalam Festival Budaya Desa Bangelan. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
Bagi Sanusi, pawai kebudayaan ini merupakan wujud nyata rasa syukur, atas nikmat kemerdekaan sekaligus penggerak ekonomi desa.
“Kegiatan ini dapat menggairahkan masyarakat untuk membangun desanya. Dengan menggerakkan potensi yang ada, semangat masyarakat untuk bekerja akan bangkit sehingga desanya lebih maju,” urainya.
Ia mengajak warga Wonosari terus bergotong royong mendampingi program Pemkab Malang, demi mewujudkan Kabupaten Malang yang makin makmur.
Tak berpuas diri di Wonosari, Sanusi melanjutkan safarinya pada Minggu (6/9/2026) siang.
Abah Sanusi -demikian sapaan akrab Bupati- bergeser ke kawasan timur, mendatangi Pondok Pesantren Roudlotul Muttaqin di Desa Codo, Kecamatan Wajak.
Kedatangan Sanusi disambut hangat para kiai, santri, dan tokoh agama dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Di podium Ponpes Roudlotul Muttaqin, Sanusi mengajak seluruh jamaah untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW, sebagai landasan penyelesaian masalah kehidupan.
“Peringatan Maulid Nabi merupakan wujud penghormatan mendalam. Beliau bukan saja seorang Nabi dan Rasul, tetapi juga pemimpin umat manusia. Ajarannya menjadi rahmat bagi seluruh alam,” tutur Sanusi, Minggu (6/9/2026).
Sanusi mewanti-wanti agar peringatan Maulid Nabi tidak terjebak menjadi rutinitas seremonial belaka.
Momentum ini harus dijadikan ruang refleksi diri dalam mengarungi dinamika sosial, ekonomi, hingga politik.
Di tengah gempuran arus informasi digital yang meluncur deras tanpa filter, Sanusi mendorong sinergi kokoh antara ulama dan umaro (pemerintah).
Ia menegaskan masjid, musala, dan pondok pesantren harus menjadi benteng moral tempat membimbing umat.
“Tanpa ada yang membimbing, mengajari, dan mengarahkan, akan seperti apa masyarakat. Terlebih ketika kemajuan teknologi informasi saat ini luar biasa cepat masuk ke telinga dan hati warga. Peran ulama sangat dibutuhkan,” tegas Sanusi.
Di akhir sambutannya, Sanusi menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada jajaran pengasuh pesantren di Kabupaten Malang yang konsisten mencetak generasi muda berakhlak mulia. (PKP/Ra Indrata)




