MALANG POST – Buka PKKMB Candradimuka 2026 bagi 1.380 mahasiswa baru di Gedung Samantha Krida, FISIP UB salurkan keringanan biaya kuliah Rp1,758 miliar dan terima 11 maba disabilitas.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) secara resmi membuka rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2026 pada Kamis (13/8/2026). Pembukaan yang berlangsung di Gedung Samantha Krida UB tersebut berjalan meriah namun tertib.
Sebanyak 1.380 mahasiswa baru angkatan 2026/2027 mengikuti perhelatan PKKMB yang dijadwalkan berlangsung hingga 16 Agustus 2026 mendatang.
Mengusung tema “Candradimuka”, Dekan FISIP UB Dr. Ahmad Imron Rozuli, S.E., M.Si. menjelaskan bahwa falsafah Jantara Timbuka dimaknai sebagai kawah candradimuka bagi para mahasiswa baru. Melalui konsep ini, mahasiswa dari beragam latar belakang etnis, budaya, dan daerah dilebur menjadi satu kesatuan akademisi baru yang siap menyongsong masa depan bangsa.
“Harapannya, mahasiswa yang datang dari beragam wilayah dan etnis tersebut dapat disatukan di sini untuk menjadi manusia baru, generasi penerus bangsa yang akademis dan siap menjaga Indonesia ke depan,” ujarnya.
Salah satu agenda dalam pembukaan PKKMB FISIP UB 2026 adalah penyampaian 1.300 pesan cinta untuk Indonesia. Aksi ini dirancang sebagai wadah refleksi dan pemantik semangat nasionalisme generasi muda di tengah momentum bulan kemerdekaan.
Imron menegaskan, pesan-pesan yang dituliskan mahasiswa baru tersebut mewakili aspirasi jujur anak muda tentang arti kemerdekaan yang hakiki, mulai dari kebebasan dari kemiskinan hingga penyelesaian berbagai persoalan sosial di tanah air.

DEKAN FISIP UB dalam pembukaan PKKMB, Kamis (13/8/2026), berfoto bersama calon mahasiswa baru FISIP asal Indonesia Timur. (Foto: M. Abd. Rachman Rozzi/Malang Post)
Setelah agenda PKKMB dua hari ini usai, proses pendampingan tidak langsung berhenti. FISIP UB menyiapkan kelanjutan program berupa Krida Mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa baru, khususnya yang berasal dari luar Malang Raya, diajak untuk lebih cepat mengenali lingkungan sosial dan geografis di sekitar kampus maupun wilayah Malang secara luas melalui kegiatan sosial yang berdampak langsung ke masyarakat.
FISIP UB juga terus memperkuat komitmennya sebagai kampus inklusif. Pada tahun akademik 2026, fakultas ini menerima sebanyak 11 mahasiswa baru penyandang disabilitas dengan beragam kondisi.
Imron mengungkapkan bahwa mahasiswa difabel yang diterima memiliki potensi besar di berbagai bidang, mulai dari penggiat media sosial hingga atlet berprestasi.
“Prinsip inklusivitas itu penting dan harus terus ditegakkan sebagai sandaran bersama dalam berpikir dan bertindak. Tahun ini kami menerima 11 mahasiswa disabilitas. Potensi mereka luar biasa, ada yang aktif sebagai content creator di TikTok, bahkan ada yang merupakan atlet renang berprestasi di tingkat Paralimpik,” ungkapnya.
FISIP UB juga telah menyiapkan keringanan biaya pendidikan senilai Rp1,758 miliar bagi mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen FISIP UB untuk memastikan persoalan biaya tidak menjadi alasan mahasiswa menghentikan pendidikan.
Mahasiswa mendapatkan bentuk keringanan melalui skema potongan komponen biaya kuliah seperti Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI), sesuai dengan ketentuan dan hasil penetapan masing-masing mahasiswa.
“Kebijakan ini diberikan agar tidak ada mahasiswa FISIP yang berhenti kuliah hanya karena faktor biaya. Kami ingin memastikan mahasiswa memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan dan mengembangkan potensinya secara optimal,” kata Ahmad Imron Rozuli.
Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya FISIP UB Dr. Muhammad Lukman Hakim, S.IP., M.Si. menjelaskan bahwa total keringanan yang dialokasikan mencapai Rp1.758.915.000.
“Secara prinsip, keringanan biaya ini merupakan instrumen fakultas untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan. Bentuknya dapat berupa pengurangan atau keringanan terhadap komponen biaya pendidikan, baik UKT maupun IPI, sesuai dengan skema yang ditetapkan,” jelas Lukman.
Lukman menambahkan, pemberian keringanan tersebut merupakan bagian dari upaya pengelolaan sumber daya fakultas agar dukungan pembiayaan dapat diberikan secara tepat sasaran.
Pada tahun akademik 2026/2027, jumlah mahasiswa baru FISIP UB pada jenjang sarjana mencapai sekitar 1.380 mahasiswa. Besarnya jumlah tersebut membuat keberlanjutan studi dan akses terhadap pendidikan menjadi salah satu perhatian utama fakultas.
Imron menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan proses akademik di ruang kelas, tetapi juga bagaimana institusi memastikan mahasiswa dapat menjalani proses pendidikan secara berkelanjutan.
“Kami ingin mahasiswa FISIP UB dapat fokus belajar, berorganisasi, berprestasi, dan mengembangkan diri. Karena itu, ketika terdapat persoalan pembiayaan, fakultas berupaya hadir memberikan solusi sesuai kemampuan dan kebijakan yang tersedia,” katanya.
Kebijakan keringanan biaya pendidikan ini sekaligus memperkuat komitmen FISIP UB dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studinya.
Rincian Alokasi Keringanan Biaya Kuliah FISIP UB
I. Alokasi Tiga Jenjang Pendidikan:
- Program Sarjana (S1): Rp1.657.040.000 (94,2% dari total alokasi)
- Program Magister (S2): Rp31.500.000
- Program Doktor (S3): Rp70.375.000
II. Rincian per Program Studi:
- Jenjang Sarjana (S1):
- Psikologi: Rp444,55 juta (alokasi terbesar)
- Hubungan Internasional: Rp330,44 juta
- Ilmu Komunikasi: Rp328,19 juta
- Ilmu Politik: Rp200,66 juta
- Sosiologi: Rp191,88 juta
- Ilmu Pemerintahan: Rp161,32 juta
- Jenjang Magister (S2):
- Ilmu Komunikasi: Rp20,00 juta
- Sains Psikologi: Rp11,50 juta
- Jenjang Doktor (S3):
- Ilmu Komunikasi: Rp64,125 juta
- Sosiologi: Rp6,25 juta
(*/M. Abd. Rachman Rozzi/Januar Triwahyudi)




