(Dari kiri) Rudy Surjanto (Komisaris PT Mobilindo Azimut Dante); Ricky Thio (Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia); Viya Arsawireja (Head of Marketing & Communications PT Eurokars Motor Indonesia); Frandy Budiharjo (Managing Director PT Mobilindo Azimut Dante). (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Resmi mengoperasikan Mazda Indonesia Plant senilai Rp400 miliar di Citeureup Bogor, PT Eurokars Motor Indonesia mulai merakit lokal model Mazda CX-30 berstandar manufaktur global.
PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), Agen Pemegang Merek (APM) Mazda di Indonesia, secara resmi meresmikan Mazda Indonesia Plant. Fasilitas perakitan pertama Mazda di Indonesia tersebut berlokasi di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Head of Marketing & Communication PT EMI Viya Arsawireja menyampaikan bahwa peresmian ini menandai babak baru perjalanan Mazda di Tanah Air. Sejak dipercaya menjadi APM Mazda pada 2017, untuk pertama kalinya Mazda melakukan perakitan lokal (local assembly) sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang.
Kehadiran Mazda Indonesia Plant tidak hanya memperluas kapabilitas manufaktur di Indonesia, melainkan juga menjadi fondasi untuk menghadirkan kualitas produksi berskala global sekaligus memberikan nilai tambah bagi industri otomotif nasional.
“Melalui investasi lebih dari Rp400 miliar, Mazda membangun fasilitas perakitan di atas lahan hampir 65.000 meter persegi yang dilengkapi dengan lini produksi, area validasi kualitas, dedicated test track, serta berbagai fasilitas pendukung berdasarkan Mazda Global Manufacturing Standards,” jelas Viya, Rabu (12/8/2026).
Pada tahap awal operasional, fasilitas ini merakit Mazda CX-30 sebagai model pertama produksi lokal, dengan kapasitas mencapai lebih dari 10.000 unit per tahun melalui operasional dua shift.
Mazda Indonesia Plant merupakan dedicated vehicle assembly facility yang dibangun secara eksklusif untuk kendaraan Mazda. Berbeda dengan fasilitas yang menggunakan shared assembly line, seluruh alat, metode kerja, dan proses produksi dirancang khusus sesuai karakteristik kendaraan Mazda agar tiap tahapan berjalan konsisten.
Proses produksi di fasilitas ini mengintegrasikan seluruh tahapan dalam satu alur terstandarisasi, mulai dari penerimaan komponen Completely Knocked Down (CKD), pengelolaan material via Warehouse Management System (WMS), proses kitting, hingga distribusi komponen ke setiap stasiun perakitan.
Seluruh aktivitas dikendalikan melalui Manufacturing Execution System (Assembly Line Control) yang memungkinkan tiap komponen dan proses terdokumentasi secara digital dengan tingkat traceability tinggi.
Setelah perakitan, setiap unit menjalani rangkaian validasi kualitas menyeluruh, seperti body setting, wheel alignment, hingga dynamic test di dedicated test track. Pengujian dilanjutkan melalui Water Leak Test, Under Body Inspection, Final Inspection, serta Product Audit.
“Seluruh hasil inspeksi dievaluasi di Audit Room sebagai pusat validasi kualitas berdasarkan Mazda Quality Index for Customer (MQIC) sebelum kendaraan didistribusikan kepada pelanggan,” tambah Viya.
Investasi ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun kapabilitas manufaktur premium melalui pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) serta transfer pengetahuan bersama Mazda Motor Corporation.
President Director PT Eurokars Produksi Pratama sekaligus Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia Ricky Thio menegaskan bahwa peresmian ini bukan sekadar menghadirkan fasilitas perakitan, melainkan menjadi fondasi masa depan Mazda di Indonesia.
“Kami menghadirkan standar manufaktur global sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang untuk tumbuh bersama Indonesia. Ke depan, Mazda Indonesia Plant dipersiapkan untuk merakit model-model baru, meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap, serta memperkuat penggunaan komponen dalam negeri melalui kolaborasi dengan industri pendukung nasional,” ujar Ricky.
Filosofi Mazda yang menempatkan manusia sebagai pusat kualitas diwujudkan melalui pendekatan People, Process, and Quality. Seluruh personel produksi menjalani program pelatihan intensif bersama tenaga ahli Mazda Motor Corporation dengan menerapkan filosofi Monozukuri, semangat Takumi Craftsmanship, serta zero defect mindset.
Senior Executive Officer ASEAN Business Office Mazda Motor Corporation Toru Nakajima menambahkan, pihaknya mendukung penuh pengembangan fasilitas ini melalui transfer teknologi dan praktik manajemen kualitas.
“Kami percaya bahwa kualitas dibangun oleh manusia, disempurnakan melalui proses yang disiplin, dan dipertahankan lewat perbaikan berkelanjutan. Setiap kendaraan yang dirakit di fasilitas ini harus menghadirkan craftsmanship, performa, dan keandalan khas Mazda bagi pelanggan di Indonesia,” pungkas Toru Nakajima. (*/Eka Nurcahyo)




