MALANG POST – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Malang Raya pada Jumat (31/7/2026), masih didominasi langit cerah berawan. Fenomena bediding yang menjadi ciri musim kemarau, juga diperkirakan masih bertahan, membuat suhu udara di kawasan dataran tinggi, terutama Kota Batu, terasa jauh lebih dingin dibandingkan wilayah lainnya.
Cuaca di Malang Raya pada penghujung Juli masih dipengaruhi musim kemarau. Berdasarkan prakiraan BMKG, Jumat (31/7/2026), wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu diperkirakan menikmati cuaca cerah berawan hampir sepanjang hari.
Meski kondisi cuaca secara umum mendukung aktivitas masyarakat, BMKG mengingatkan adanya perbedaan karakter cuaca yang cukup mencolok antara kawasan perkotaan, dataran tinggi, dan wilayah pesisir selatan. Suhu udara yang dingin pada malam hingga dini hari, kabut di jalur pegunungan, serta angin yang bertiup cukup kencang masih perlu diwaspadai.
Kota Malang Menghangat pada Siang Hari
Di Kota Malang, cuaca diprakirakan cerah berawan dengan suhu udara berkisar antara 18 hingga 29 derajat Celsius. Pada pagi hari, udara kabur atau kabut tipis masih berpotensi muncul di beberapa wilayah sebelum berangsur menghilang seiring meningkatnya intensitas sinar matahari.
Memasuki siang, cuaca diperkirakan terasa cukup terik. Meski demikian, kelembapan udara yang berada pada kisaran 55–95 persen masih membuat kondisi udara relatif nyaman untuk beraktivitas.
BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan tetap menggunakan pelindung kepala, tabir surya, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi.
Kota Batu Masih Menjadi Wilayah Terdingin
Kota Batu kembali diprakirakan menjadi daerah dengan suhu udara terendah di Malang Raya, bahkan termasuk yang terdingin di Jawa Timur.
Suhu udara berkisar antara 14 hingga 24 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 60–90 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi fenomena bediding yang masih berlangsung selama puncak musim kemarau.
Kabut diperkirakan mulai terbentuk sejak dini hari, kemudian kembali muncul pada sore hingga malam hari. Kawasan Bumiaji, Songgokerto, hingga jalur Batu–Pujon diprediksi menjadi lokasi yang paling terdampak penurunan jarak pandang akibat kabut pekat.
BMKG meminta pengendara menyalakan lampu utama atau lampu kabut, mengurangi kecepatan kendaraan, dan menjaga jarak aman saat melintasi jalur tersebut.
Kabupaten Malang Relatif Hangat
Berbeda dengan Kota Batu, sebagian wilayah Kabupaten Malang diprakirakan memiliki suhu yang lebih hangat, terutama di kawasan selatan.
Suhu udara berada pada kisaran 20–31 derajat Celsius dengan kelembapan antara 65 hingga 92 persen. Kawasan pesisir selatan diperkirakan menjadi wilayah dengan suhu tertinggi pada siang hari akibat intensitas penyinaran matahari yang lebih kuat dibandingkan daerah pegunungan.
Meskipun demikian, masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai tetap diminta memperhatikan perkembangan cuaca karena embusan angin dari arah tenggara hingga selatan masih cukup dominan selama musim kemarau.
Bediding Masih Mendominasi Musim Kemarau
BMKG menjelaskan, fenomena bediding masih menjadi penyebab utama turunnya suhu udara pada malam hingga pagi hari. Kondisi tersebut terjadi karena langit yang relatif cerah membuat panas dari permukaan bumi lebih cepat dilepaskan ke atmosfer sehingga suhu udara turun cukup drastis menjelang fajar.
Fenomena ini paling terasa di kawasan dataran tinggi seperti Kota Batu dan wilayah pegunungan Kabupaten Malang. Oleh karena itu, masyarakat maupun wisatawan disarankan mengenakan pakaian hangat apabila beraktivitas pada malam atau dini hari.
Selain suhu dingin, angin dari arah tenggara hingga selatan diperkirakan bertiup dengan kecepatan antara 5 hingga 35 kilometer per jam. Kecepatan angin tersebut masih tergolong aman, namun dapat membuat suhu udara terasa lebih dingin, terutama di kawasan terbuka dan pegunungan.
Secara umum, cuaca di Malang Raya pada Jumat ini diprakirakan cukup mendukung berbagai aktivitas masyarakat, termasuk sektor pariwisata. Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kabut pekat di jalur pegunungan, perubahan suhu yang cukup ekstrem antara siang dan malam, serta terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan perjalanan. (Ra Indrata)




