PEMBUKAAN: Dari kiri ke kanan, Mrs. Pathama Sirikul, HTA (Honorary Trade Advisor) to the Ministry of Commerce, H.E Prapan Disyatat, Duta Besar Kerajaan Thailand untuk Indonesia, Mrs. Hataichanok Sivara, Direktur Thai Trade Center dan Ms. Nasaree, Deputi Direktur Thai Trade Center. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Pemerintah Thailand melalui Thai Trade Center, di bawah Department of International Trade Promotion (DITP), Ministry of Commerce Thailand, resmi membuka Thailand Week 2026 di Grand Atrium Pakuwon Mall Surabaya, Jumat (24/7/2026). Ajang promosi dagang yang berlangsung hingga 26 Juli tersebut, menjadi upaya memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Thailand sekaligus memperluas peluang kerja sama bisnis kedua negara.
Surabaya kembali dipercaya menjadi panggung promosi perdagangan internasional. Kali ini, Pemerintah Thailand menghadirkan Thailand Week 2026, sebuah festival bisnis, kuliner, dan budaya yang mempertemukan pelaku usaha Thailand dengan mitra potensial dari Indonesia.
Festival yang berlangsung selama tiga hari, 24–26 Juli 2026, di Grand Atrium Pakuwon Mall Surabaya itu menghadirkan puluhan produk unggulan Thailand, mulai dari makanan dan minuman, produk kesehatan, kosmetik, hingga berbagai produk gaya hidup yang telah dikenal di pasar global.
Pembukaan acara dilakukan langsung oleh Duta Besar Kerajaan Thailand untuk Indonesia, H.E. Mr. Prapan Disyatat. Ia didampingi Direktur Thai Trade Center Jakarta, Mrs. Hataichanok Sivara, serta Deputy Director Thai Trade Center Jakarta, Mrs. Nassaree Pathan.
Mengusung tema “Excellence Beyond Borders, United in Value”, Thailand Week 2026 menghadirkan 33 stan pameran. Sebanyak 15 stan diisi eksportir asal Thailand, 15 stan lainnya ditempati importir Indonesia, sedangkan tiga stan merupakan representasi instansi pemerintah Thailand yang memberikan informasi mengenai peluang investasi dan perdagangan.
Tidak hanya menjadi ajang promosi produk, penyelenggara juga menyediakan zona business matching yang mempertemukan eksportir Thailand dengan importir, distributor, hingga calon mitra bisnis dari Indonesia. Forum tersebut diharapkan mampu membuka peluang kerja sama baru sekaligus memperluas jaringan perdagangan kedua negara.
Direktur Thai Trade Center Jakarta, Mrs. Hataichanok Sivara, mengatakan penyelenggaraan Thailand Week merupakan komitmen pemerintah Thailand dalam mempererat hubungan ekonomi dengan Indonesia.
“Kami sangat senang dapat kembali menyelenggarakan Thailand Week di Indonesia. Acara ini menjadi wujud komitmen kami untuk terus memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara sekaligus membuka lebih banyak peluang kolaborasi bagi pelaku usaha Thailand maupun Indonesia,” ujarnya.

Melalui kegiatan business matching yang berlangsung selama pameran, Thai Trade Center menargetkan nilai negosiasi perdagangan mencapai 30 juta baht Thailand dalam satu tahun ke depan atau setara lebih dari Rp15 miliar, melalui berbagai kemitraan bisnis yang terjalin selama kegiatan berlangsung.
Potensi tersebut dinilai cukup realistis mengingat pasar Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan, khususnya pada sektor makanan dan minuman internasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat Indonesia terhadap kuliner mancanegara, termasuk masakan Thailand, terus meningkat. Cita rasa autentik, kualitas bahan baku, serta inovasi menu yang mampu menyesuaikan selera lokal menjadi faktor yang mendorong semakin populernya kuliner Thailand di Indonesia.
Selain itu, perkembangan platform digital dan media sosial juga mempercepat penyebaran tren kuliner lintas negara. Berbagai konten kuliner di media sosial serta layanan pesan antar makanan membuat produk dan restoran Thailand semakin mudah dijangkau konsumen Indonesia.
Duta Besar Kerajaan Thailand untuk Indonesia, H.E. Mr. Prapan Disyatat, menegaskan Indonesia merupakan salah satu mitra dagang paling strategis bagi Thailand di kawasan ASEAN.
“Melalui Thailand Week 2026 kami berharap dapat mempertemukan pelaku usaha Thailand dengan mitra potensial di Indonesia, membuka peluang kolaborasi baru, sekaligus memperkenalkan produk-produk Thailand yang berkualitas dan inovatif kepada masyarakat Indonesia,” katanya.
Menurutnya, hubungan ekonomi kedua negara selama ini terus berkembang dan diharapkan mampu memberikan manfaat yang semakin besar bagi pertumbuhan ekonomi Thailand maupun Indonesia.
Penyelenggaraan Thailand Week 2026 di Surabaya juga memiliki arti penting. Setelah sukses digelar di Jakarta tahun lalu, Surabaya menjadi kota kedua di Indonesia yang dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.

Pemilihan Surabaya bukan tanpa alasan. Kota Pahlawan dinilai sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia sekaligus menjadi gerbang perdagangan kawasan timur Indonesia. Posisi strategis tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan produk Thailand ke pasar Jawa Timur dan sekitarnya.
Selain berfokus pada sektor perdagangan, Thailand Week 2026 juga menghadirkan berbagai atraksi budaya yang dapat dinikmati masyarakat.
Setiap hari pengunjung disuguhi pertunjukan tari tradisional Thailand, demonstrasi olahraga Muay Thai, hingga lokakarya pembuatan boneka tradisional Thailand yang memberikan pengalaman lebih dekat terhadap budaya Negeri Gajah Putih.
Sektor kuliner menjadi salah satu daya tarik utama dalam festival ini. Tiga restoran penerima sertifikasi Thai SELECT, yakni Chao Phraya, Baan Ying Thai, dan Bangkok Crab, menampilkan demonstrasi memasak secara langsung.
Melalui sesi tersebut, pengunjung dapat melihat teknik memasak hidangan khas Thailand sekaligus mencicipi berbagai menu autentik yang dibagikan secara gratis.
Perpaduan promosi perdagangan, kuliner, dan budaya diharapkan mampu mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperluas peluang investasi serta meningkatkan nilai perdagangan Indonesia dan Thailand pada masa mendatang.
Dengan semakin terbukanya akses pasar dan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk Thailand, Thailand Week 2026 diharapkan menjadi momentum lahirnya kerja sama bisnis baru yang saling menguntungkan bagi pelaku usaha kedua negara. (Ra Indrata)




