MEMANTAU: Sebelum digunakan pada 31 Juli mendatang, Sekda Budiar Anwar, tampak melihat secara langsung kesiapan SRT Jatim 4 di Srigonco Bantur. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
MALANG POST – Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, meninjau langsung progres Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Jatim 4, bersama tim Kementerian Sosial RI di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, pada Jumat (24/7/2026) guna memastikan kesiapan fasilitas sekolah menjelang MPLS pada 31 Juli 2026.
Tanggal 31 Juli 2026 makin dekat. Waktu tinggal seminggu lagi.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sudah di depan mata. Namun sebuah bangunan penting di Malang Selatan, harus dipastikan benar-benar siap dan aman untuk menampung para siswa baru.
Jumat (24/7/2026) pagi, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, meluncur langsung ke Desa Srigonco, Kecamatan Bantur.
Tujuannya satu: memimpin peninjauan langsung proyek Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Jatim 4 Kabupaten Malang.
Tak sendiri, Budiar memboyong tim khusus dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI beserta jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang.
Budiar emoh cuma menerima laporan manis di atas meja. Ia turun langsung menyisir sudut-sudut proyek yang tengah dikebut pengerjaannya.
Pengawasan ketat ini dilakukan demi memastikan kualitas fisik bangunan. Ia tak ingin ada pengerjaan asal-asalan. Saat bel sekolah berbunyi pada 31 Juli nanti, para siswa harus bisa belajar dengan tenang, nyaman, dan selamat.

DISKUSI: Sekda Budiar Anwar saat berbincang dengan tim Kemensos, di dalam ruangan SRT Jatim 4. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
Di lokasi pembangunan, Budiar berdialog intensif dengan tim pelaksana proyek. Ia mencecar sejauh mana progres pengerjaan di lapangan serta kendala teknis apa saja yang berpotensi menghambat target peluncuran.
Proyek Sekolah Rakyat ini merupakan buah kolaborasi strategis antara Pemkab Malang dan Kementerian Sosial. Tujuannya memotong ketimpangan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di pelosok daerah.
Budiar menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Kemensos yang mempercayakan Kabupaten Malang sebagai lokasi fasilitas terintegrasi ini.
Bagi Budiar, gedung ini bukan sekadar tempat belajar, melainkan bakal menjadi icon baru kebanggaan kawasan Malang Selatan.
“Semoga dengan hadirnya Sekolah Rakyat ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Malang, khususnya bagi anak-anak generasi muda,” ujar Budiar optimistis.
Tak lupa, di sela-sela peninjauan, Budiar memberikan cutikan semangat bagi para calon siswa-siswi yang bersiap mengikuti kegiatan MPLS dalam waktu dekat.
Pendidikan di Sekolah Rakyat ini memang dirancang tak biasa. Para siswa tak hanya diajari teori akademis, tetapi juga dibentuk kedisiplinannya lewat kurikulum pembinaan mental dan karakter.
“Semangat, karena para siswa-siswi ini akan dididik Bela Negara. Saya yakin anak-anak ini nantinya fisik dan mentalnya akan ditempa di Sekolah Rakyat ini,” pungkas Budiar.
Pembangunan di Bantur ini menjadi bukti nyata bahwa perhatian pendidikan tak boleh hanya bertumpu di pusat kota. Anak-anak Malang Selatan pun berhak menikmati fasilitas megah dengan tempaan mental baja. (PKP/Ra Indrata)




