DUA TAHUN LALU: Arema FC saat merebut gelar keempat Piala Presiden pada 2024 lalu. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Arema FC selaku pengoleksi empat gelar juara turnamen pramusim bersiap mempertahankan statusnya sebagai raja turnamen dalam kompetisi Piala Presiden 2026, di mana Singo Edan akan memulai perjuangannya di Grup A bersama Persib Bandung, DPMM FC, dan Tampines Rovers yang dijadwalkan bergulir pertengahan Juli 2026.
Sebut satu klub yang paling menyatu dengan napas Piala Presiden. Jawabannya mutlak: Arema FC. Belum ada yang bisa menandingi. Empat trofi juara sudah berjejer di lemari piala mereka. Singo Edan adalah penguasa tunggal turnamen pramusim paling bergengsi ini.
Kini, status raja itu dibawa lagi. Arema FC bersiap tarung di Piala Presiden 2026. Tantangannya menarik. Di Grup A, klub kebanggaan Malang ini dikepung lawan sengit: Persib Bandung, DPMM FC Brunei Darussalam, dan Tampines Rovers dari Singapura. Dua nama terakhir membuat turnamen ini punya cita rasa internasional.
Sejarah Arema memang sejarah petarung. Lahir 11 Agustus 1987, nama Arema bukan sekadar singkatan Arek Malang. Ada darah legendaris Kebo Arema dari zaman Kerajaan Singhasari yang mengalir di sana. Maka tidak heran, suporternya militan. Loyalitasnya tanpa batas.

Konsistensi itu sudah teruji lama. Ingat musim Galatama 1992/1993? Arema juara. Ketika kompetisi berubah wajah jadi Liga Indonesia, mereka sempat turun kasta, tapi langsung juara Divisi I pada 2004 untuk kembali ke habitat tertinggi. Setelah itu, trofi demi trofi datang mengantre. Piala Indonesia disabet beruntun pada 2005 dan 2006. Puncaknya, gelar juara Liga Super Indonesia musim 2009/2010 berhasil dibawa pulang ke Malang.
Singo Edan juga bukan jago kandang. Asia pernah mereka jelajahi. Mulai dari Liga Champions Asia tahun 2007 dan 2011, hingga menembus perempat final AFC Cup 2012.
Tapi, panggung paling megah Arema dalam satu dekade terakhir adalah Piala Presiden.
Mereka memulainya di tahun 2017. Menjadi kampiun. Dua tahun berselang, 2019, trofi itu kembali diraih. Dominasi berlanjut pada edisi 2022, dan yang paling hangat adalah gelar juara Piala Presiden 2024 lalu. Empat gelar. Sebuah rekor yang membuat tim lain hanya bisa gigit jari.
Tahun 2026 ini, ambisinya jelas: berburu trofi kelima.
Modalnya kuat. Di pinggir lapangan, taktik pelatih Marcos Santos masih menjadi tumpuan. Musim lalu, Santos membawa Arema finis di peringkat kesembilan BRI Super League 2025/2026. Kali ini, Santos dibekali senjata baru. Manajemen bergerak agresif merombak skuad di bursa transfer.
Nama-nama beken mendarat di Malang. Mulai dari bek asing Diego Landis, gelandang enerjik Robi Darwis, hingga tembok pertahanan kokoh sekelas Alfeandra Dewangga. Sektor kiper pun gemuk dengan hadirnya Syahrul Trisna, Gianluca Pandeynuwu, dan Erlangga Setyo.
Arema FC sudah berbenah. Skuad baru sudah siap. Takhta Piala Presiden kini menunggu sang raja mempertahankan mahkotanya. (Ra Indrata)




