MALANG POST – Arema FC resmi memperkenalkan gelandang serang baru asal Brasil, Raianderson da Costa Morais alias Careca (30), untuk menambah kreativitas dan daya gedor lini tengah skuad Singo Edan dalam menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.
Arema FC kembali berburu. Kali ini targetnya dari Brasil. Namanya panjang: Raianderson da Costa Morais. Tapi di lapangan hijau, ia lebih beken dipanggil Careca.
Pemain 30 tahun itu resmi diperkenalkan sebagai rekrutan anyar, untuk menghadapi kompetisi Super League 2026/2027. Posisinya mentereng: gelandang serang. Posisi yang selama ini dinilai kurang menggigit.
Manajemen Arema FC menaruh harapan besar pada pundak Careca. Dia diplot menjadi motor kreativitas lini tengah. Menjadi otak permainan di bawah arahan pelatih Marcos Santos. Kelebihannya jelas: visi bermain tajam, kontrol bola ciamik, dan punya naluri mencetak gol yang tinggi.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi tampak semringah dengan kesepakatan ini. Karakter Careca dinilai pas dengan kebutuhan tim yang direkomendasikan pelatih.
“Kami menyambut Careca sebagai keluarga baru. Karakternya sesuai kebutuhan tim. Pengalamannya di berbagai kompetisi dunia jadi nilai tambah untuk mendongkrak daya serang Arema FC,” ujar Yusrinal.

Proses rekrutmen ini diklaim bukan sekadar membeli kucing dalam karung. Manajemen sudah menimbang matang-matang. Mulai dari urusan teknis, rekam jejak, hingga karakter personal sang pemain.
Sekarang, tantangan terbesarnya tinggal satu: adaptasi. Careca harus cepat menyatu dengan atmosfer sepak bola Indonesia yang keras dan kultur Arema yang militan.
“Kami berharap Careca cepat beradaptasi. Dukungan Aremania tentu akan menjadi energi penting buat dia,” tambah Yusrinal.
Melihat rekam jejaknya, Careca bukan pemain kemarin sore. Lahir di Rio Branco, Brasil, petualangan sepak bolanya sudah melanglang buana.
Dia pernah mencicipi ketatnya kompetisi di Korea Selatan. Dia juga paham atmosfer sepak bola Asia Tenggara karena sempat berbaju Perak FC dan Terengganu FC di Liga Super Malaysia.
Pengalaman merantau itulah yang modal utamanya di Malang.
Masuknya Careca membuat puzzle skuad Singo Edan makin lengkap. Manajemen ingin lini tengah Arema tidak lagi monoton. Harus ada kreativitas, keseimbangan, dan yang paling penting: daya gedor.
Target musim 2026/2027 sudah dipatok tinggi. Prestasi terbaik harus dibawa pulang ke Malang. (Ra Indrata)




