BARU-LAMA: Alfreandra Dewangga saat latihan bersama Johan Alfarizie. Kedua pemain adalah gabungan antara pendatang baru dan pemain senior di Arema. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Tim pelatih Arema FC, memilih untuk menunda agenda laga uji coba resmi dan menggantinya dengan menu internal game penuh atmosfer kompetisi pada Jumat, 17 Juli 2026, akibat masih menunggu kedatangan Pelatih Kepala Marcos Vinicius dos Santos Goncalves dari Brasil, di tengah rampungnya penyusunan skuad sementara Singo Edan, yang kini telah berkekuatan 31 pemain menyambut kompetisi Super League 2026-2027.
Menjelang bergulirnya Piala Presiden 2026 pada 25 Juli mendatang, teka-teki agenda uji coba Arema FC masih buram. Manajemen dan tim pelatih belum bisa mengetok palu. Penyebabnya satu: mereka masih menunggu kedatangan sang nakhoda utama, Pelatih Kepala Marcos Santos, yang saat ini masih berada di Brasil.
Arema sendiri terus memeras keringat di Malang. Program latihan taktis digeber saban hari. Selama Marcos belum menginjakkan kaki di Bhumi Arema, kendali pasukan diserahkan penuh kepada Asisten Pelatih, Andre Caldas Costa. Andre ditugaskan menyempurnakan pola permainan tim.
Urusan uji coba melawan klub luar, Andre memilih mengerem. Dia tidak mau melangkahi wewenang pelatih kepala.
“Kami belum menyusun rencana menggelar uji coba untuk pemain. Kami masih menunggu kedatangan Coach Marcos,” kata Andre, dikutip dari Wearemania.
Sebagai gantinya, Andre memutar otak. Agar atmosfer kompetisi tidak hilang dari kepala pemain, laga uji coba resmi untuk sementara diganti menjadi internal game. Agendanya sudah dikunci: Jumat (17/7/2026) besok.
Ini bukan sekadar mini game biasa yang sering tersaji di akhir sesi latihan. Andre mau laga ini berjalan serius.
Skuad akan dibagi menjadi dua tim untuk saling hantam. Tidak tanggung-tanggung, korps baju hitam alias wasit dan perangkat pertandingan resmi akan didatangkan. Pemain harus merasakan tekanan layaknya laga resmi.
Lewat laga internal ini, rapor perkembangan fisik dan taktik setiap pemain akan dicatat. Hasil pengamatan itulah yang akan disodorkan ke meja Marcos Santos begitu dia mendarat di Malang untuk bahan evaluasi.
“Kami berencana menggelar pertandingan di antara para pemain kami sendiri, tapi dibuat seperti laga yang sesungguhnya,” jelas Andre.
Di luar urusan lapangan yang belum komplet, dapur transfer Arema diam-diam bergerak senyap dan cepat.
Skuad untuk mengarungi Super League 2026-2027 ternyata sudah hampir matang. Manajemen diam-diam sudah mengunci 31 nama. Jumlah ini bahkan belum termasuk tiga pemain asing baru yang saat ini masih dalam penerbangan menuju Malang.
Arema musim ini memang melakukan cuci gudang besar-besaran. Sebanyak 16 pemain lama resmi dilepas setelah kompetisi musim lalu bubar. Setelah itu, kontrak Marcos Santos diperpanjang.
Strateginya jelas: manajemen ingin membangun tim yang jauh lebih lapar kemenangan dan kompetitif. Beberapa pilar inti dipertahankan, dipadukan dengan wajah-wajah baru pesanan tim pelatih.
Melihat komposisi yang ada, fondasi Singo Edan sebenarnya sudah kukuh.
Di sektor legiun asing, Arema saat ini sudah mengamankan delapan nama. Rinciannya: empat pemain lama yang terikat kontrak, tiga pemain lama dengan kontrak baru, dan satu rekrutan anyar.
Jika tiga pemain asing yang sedang di jalan nanti mendarat, Arema dipastikan akan memaksimalkan kuota 11 pemain asing sesuai regulasi anyar Super League 2026-2027.
Untuk sektor lokal, manajemen bergerak lincah. Ada delapan pemain yang mendapat perpanjangan kontrak, satu pemain diperpanjang masa pinjamannya, satu nama dipermanenkan, dan satu pemain dipulangkan dari masa sekolah di klub lain. Arema juga masih beruntung memiliki enam pemain lokal dengan kontrak jangka panjang sebagai tiang fondasi tim.
Wajah baru lokal juga berdatangan. Enam pemain anyar resmi direkrut. Menariknya, dua di antaranya merupakan anak kandung akademi sendiri—lulusan Akademi Arema yang naik kelas ke tim senior setelah tampil memukau di panggung Elite Pro Academy musim lalu.
Komposisi sementara 31 pemain ini dinilai sudah sangat siap. Begitu tiga legiun asing terakhir tiba dan proses administrasi kelar, Arema FC dipastikan sudah dalam kondisi peluru penuh untuk mengaum di Piala Presiden 2026 dan kompetisi Super League musim baru. (Ra Indrata)
Skuad Sementara Arema untuk Super League 2026-2027:
Legiun Asing & Lokal: Gabriel Silva, Gustavo França, Joel Vinicius, Walisson Maia, Julian Guevara, Matheus Blade, Betinho Filho, Diego Landis, Jayus Hariono, Dwiki Mardiyanto, Dendi Santoso, Dimas Aryaguna, Bayu Setiawan, Johan Farizi, Achmad Maulana, Adi Satryo, Gianluca Pandeynuwu, Hamzah Titofani, Hansamu Yama, Leo Guntara, Arkhan Fikri, Fikri Arjidan, Salim Tuharea, Teuku Razzaa Alfiansyah.
Pemain Baru Tambahan: Syahrul Trisna Fadillah (dari Borneo FC), Erlangga Setyo (dari PSPS Pekanbaru), Robi Darwis (dari Persib Bandung), Alfeandra Dewangga (dari Persib Bandung), Abyan Adwitya Wisnu Pratista (promosi dari Arema U-20), Azmiy Aziz (promosi dari Arema U-20)




