MALANG POST – Klub kebanggaan masyarakat Kota Batu, Persikoba, menegaskan tidak akan bermain aman demi mengejar hasil imbang saat melakoni laga hidup mati kontra Persiharjo Sukoharjo pada pertandingan terakhir Grup M Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden 2026 di bawah asuhan pelatih Arif Suyono pada Sabtu (6/6/2026) esok, demi mengincar kemenangan mutlak sebagai juara grup.
Hitung-hitungannya mudah. Di atas kertas, Persikoba Kota Batu sebenarnya berada di atas angin.
Menghadapi Persiharjo Sukoharjo besok Sabtu, 6 Juni 2026, Laskar Elang Putih hanya butuh hasil imbang. Satu poin saja sudah cukup. Cukup untuk mengantarkan tim dari kota dingin ini melenggang ke babak berikutnya di Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden 2026.
Tapi, sepak bola bukan matematika. Apalagi soal hitung-hitungan aman.
Pelatih Persikoba, Arif Suyono, langsung memasang badan. Mantan penyerang sayap Timnas Indonesia ini mengharamkan timnya punya mental mencari aman. Tidak ada istilah “main sabun”. Tidak ada istilah main mata.
Targetnya tetap satu: menang. Tiga poin penuh.
“Kami tetap akan menurunkan skuad terbaik. Kami akan bermain bersungguh-sungguh di laga terakhir. Apa pun kondisinya, target kami tetap menang,” tegas Arif Suyono, Jumat (5/6/2026) hari ini.

CUKUP SERI: Pertandingan Persikoba Vs Persigubin, Rabu kemarin, kini untuk bisa lolos ke fase selanjutnya Persikoba hanya butuh hasil seri saat kontra Persiharjo. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Arif tahu persis taruhannya. Status juara grup M itu mahal harganya.
Saat ini, Persikoba memang masih memimpin klasemen sementara dengan empat poin dari dua laga. Menang lawan TS Saiburai Lampung, lalu imbang lawan Persigubin Pegunungan Bintang.
Nilai Persikoba sebetulnya sama dengan Persiharjo. Batu hanya unggul selisih gol. Sementara Saiburai Lampung dan Persigubin tercecer di bawah. Masing-masing baru mengantongi satu poin.
Ada alasan kuat mengapa Arif mengejar status juara grup. Kabarnya, tim yang finis di posisi puncak punya peluang besar ditunjuk sebagai tuan rumah pada fase selanjutnya. Ini keuntungan besar. Bermain di depan publik sendiri di Batu tentu beda atmosfernya.
Selain itu, bermain untuk hasil seri itu berbahaya. Sangat berisiko.
Jika Persikoba sampai terpeleset dan kalah, nasib mereka harus digantungkan pada pertandingan lain antara TS Saiburai Lampung kontra Persigubin. Ruwet. Arif enggan masuk ke skenario rumit itu. Lebih baik nasib ditentukan oleh kaki sendiri.
“Kalau hasilnya tidak sesuai harapan, peluang lolos bisa menjadi lebih rumit. Kami ingin menyelesaikannya dengan kemenangan,” ujar pria yang akrab disapa Kecenk ini.
Menghadapi laga krusial, tim pelatih sudah putar otak. Evaluasi total dilakukan. Rekaman video dua pertandingan Persiharjo sudah dikuliti.
Di mata Arif, wakil Sukoharjo itu bukan tim kacangan. Ada satu hal yang dia waspadai: kecerdikan pelatih lawan.
Arif melihat sendiri bagaimana Persiharjo punya mental petarung. Mereka sempat tertinggal dari TS Saiburai Lampung, tapi bisa bangkit dan memaksakan skor imbang 3-3. Pergantian pemain mereka sangat efektif. Alur permainan bisa berubah drastis karena keputusan dari pinggir lapangan.
“Kami melihat Persiharjo punya pelatih yang pintar. Pergantian pemain mereka efektif dan mampu mengubah jalannya pertandingan. Itu yang harus kami antisipasi,” kata mantan pemain Arema ini.
Tapi, sebelum memikirkan taktik lawan, Arif harus membenahi rumahnya sendiri. Dia mengakui masih ada pekerjaan rumah di lini belakang Persikoba. Organisasi pertahanan di laga sebelumnya masih sering kedodoran.
Waktu satu hari ini dipakai untuk menambal sulam celah di lini belakang tersebut. Besok, benteng Elang Putih harus rapat.
Bagi Persikoba, besok bukan sekadar pertandingan biasa. Ini soal harga diri. Lolos ke babak berikutnya memang target, tapi lolos dengan kepala tegak sebagai juara grup adalah kepuasan yang tiada tara.
Kita tunggu pembuktian pasukan Arif Suyono di lapangan hijau esok hari. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




