MALANG POST – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), memprakirakan cuaca di wilayah Malang Raya pada Kamis (6/8/2026), didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Namun masyarakat diimbau mewaspadai fenomena bediding atau penurunan suhu udara signifikan pada pagi dan malam hari.
Memasuki Agustus, warga Malang Raya harus makin akrab dengan jaket tebal. Puncak musim kemarau tahun ini datang membawa “bonus” rutin: fenomena bediding.
Setiap pagi dan malam, hisapan udara dingin begitu terasa menusuk tulang. Wajar saja, angin kering yang bertiup langsung dari benua Australia, sedang dominan-dominannya melintasi kawasan Jawa Timur.
Meski begitu, secara umum aktivitas warga di Kota Malang pada Kamis (6/8/2026), diprediksi bakal lancar jaya. Langit diperkirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan.
Pagi hari diawali dengan hawa sejuk menggigit, lalu berangsur hangat dan bersahabat saat matahari meninggi. Begitu sang surya tenggelam, suhu merosot lagi. Bagi yang punya agenda keluar malam, selimut ekstra atau jaket tebal wajib disiapkan.
Bergeser ke Kabupaten Malang, lanskap geografis yang luas membuat karakter cuacanya bervariasi.
Sisi utara seperti Singosari, Lawang, dan Karangploso terasa lebih dingin di pagi hari. Sementara wilayah barat di dataran tinggi—seperti Pujon dan Kasembon—masih memegang predikat kawasan dengan hawa paling sejuk.
Lalu bagaimana dengan Kota Batu?
Sebagai daerah pegunungan, Batu tetap memegang rekor wilayah terdingin di Malang Raya. Kabut tipis diprediksi masih bakal menyelimuti sejumlah kawasan wisata dan jalur pegunungan pada pagi hari. Jarak pandang mungkin sedikit terganggu, namun secara perlahan bakal membaik memasuki tengah hari sebelum suhu kembali drop menjelang malam.
Di balik enaknya cuaca cerah ini, BMKG Maritim menyelipkan catatan penting bagi warga pesisir selatan. Angin timur hingga tenggara memicu potensi gelombang sedang hingga tinggi, di perairan Samudra Hindia selatan Jawa Timur.
Para nelayan dan pengelola wisata bahari, diminta tak lengah membaca navigasi cuaca sebelum melaut. Wisatawan yang sedang menikmati pantai selatan pun diwanti-wanti, agar tidak nekat berenang terlalu jauh ke tengah laut, karena ayunan gelombang bisa berubah ganas sewaktu-waktu.
Tak cuma urusan laut dan suhu dingin, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga mengintai. Vegetasi di kawasan pegunungan mulai mengering, akibat paparan angin kering kemarau. BMKG mengingatkan warga agar tidak sembarangan membakar sampah, atau membuat api unggun di area terbuka tanpa pengawasan.
Tetap pantau pembaruan informasi cuaca resmi, dan jangan lupa pakai jaket sebelum keluar rumah! (Ra Indrata)




