PERWAKILAN: Inilah empat dari sembilan anggota KPA yang hadir saat jumpa pers di Rumah BUMN. (dari kiri) Eka Wulandari, Dedi Arisandi, Irawan Sasmito dan Fariz Chamim. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
MALANG POST – Komisi Pemilihan Aremania (KPA) resmi merilis enam tahapan strategis pemilihan Presidium Aremania Utas periode 2026 yang dimulai dengan proses pendaftaran bakal calon pada 4–11 Juni 2026 secara langsung maupun daring di Sekretariat KPA di Rumah BUMN Malang, sebagai langkah awal menuju puncak Musyawarah Nasional (Munas) kedua di Hotel Selecta Batu pada 20–21 Juni mendatang.
Aremania sudah jauh berubah. Bukan lagi sekadar kerumunan orang di tribun stadion. Mereka kini adalah sebuah organisasi yang rapi. Terstruktur. Dan sangat demokratis.
Lihat saja bagaimana cara mereka memilih pemimpin. Sekarang tidak ada lagi istilah tunjuk-menunjuk berdasarkan siapa yang paling keras berteriak. Semua ada sistemnya. Ada panitianya: Komisi Pemilihan Aremania. Disingkat KPA.
Sembilan orang duduk di komisi itu. Mereka bukan orang-orangan yang ditunjuk oleh presidium lama. Bukan. Mereka dipilih langsung lewat voting ketat oleh 127 Korwil dan Komunitas Aremania yang sah ber-SK saat Muspimnas kemarin.
Pemilihnya bukan main-main. Ada yang dari Malang Raya, luar kota, luar Jawa, bahkan dari luar negeri seperti Jepang dan Taiwan.
“Kami sudah menandatangani pakta integritas. KPA harus netral. Kami akan menjadi juri yang independen,” tegas Irawan Sasmito, Ketua KPA yang baru terpilih itu.
Kini, tugas berat sudah menanti Irawan dan kawan-kawan. Mereka harus mengawal transisi kepemimpinan Aremania Utas lewat Munas kedua yang akan datang.
Untuk itu, pintu pendaftaran member baru atau korwil baru sengaja disetop dulu. Ditutup sementara. Tujuannya masuk akal: agar KPA bisa konsentrasi penuh memverifikasi data siapa saja voter yang punya hak suara sah di munas nanti.
Lalu, bagaimana aturan main mencari calon Presidium Aremania yang baru?
Di sinilah letak menariknya. Anggota KPA, Dedi Arisandi—yang akrab disapa Pak Wo—membeberkan sistem baru yang belum pernah ada sebelumnya.

JUMPA PERS: Pak Wo, anggota KPA saat menyampaikan tahapan-tahapan pemilihan Presidium Aremania Utas. Didampingi Irawan Sasmito (Ketua) dan Fariz Chamim (Sekretaris). (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
Di Aremania periode ini, tidak ada lagi ceritanya orang mencalonkan diri secara mandiri. Ego individu dipangkas. Seseorang baru bisa maju menjadi bakal calon jika dicalonkan dan diusung oleh gabungan korwil. Minimal didukung 3 korwil, maksimal 5 korwil. Ini menarik. Menunjukkan bahwa calon tersebut memang berakar dan didukung di bawah.
Pendaftaran sudah dibuka. Mulai tanggal 4 sampai 11 Juni 2026 nanti. Tempatnya di Sekretariat KPA, Rumah BUMN, Jalan Raya Langsep Nomor 2, Kota Malang.
Ada satu keunikan lagi. Loket pendaftaran langsung maupun daring baru dibuka malam hari. Mulai jam 7 malam sampai jam 11 malam. Kenapa malam?
Pak Wo tersenyum memaklumi. “Mohon maaf, semua anggota KPA ini punya tanggung jawab profesi masing-masing di siang hari. Jadi, jam kerja organisasi baru bisa dimulai pukul 19.00 WIB,” katanya jujur. Sebuah kejujuran yang khas Arema.
Setelah pendaftaran ditutup, KPA akan bekerja maraton melakukan verifikasi berkas pada 11-12 Juni. Semua dokumen dikuliti. Keabsahannya dicek. Termasuk surat pernyataan bebas narkoba dan surat tidak pernah dihukum lebih dari satu tahun.
Kenapa pakai surat pernyataan mandiri, bukan dari BNN atau Polres? Waktu yang mepet jadi alasannya. KPA harus bergerak taktis.
Hasil verifikasi diumumkan 13 Juni. Besoknya, 14 Juni, para calon yang lolos harus siap-siap berkeringat lagi. Mereka wajib melewati fit and proper test atau uji kelayakan dari pagi sampai malam.
Barulah pada tanggal 15 hingga 18 Juni, masa kampanye dibuka. Durasi waktunya tiga hari. Para calon presidium silakan adu visi, adu misi, dan adu program kerja. Mau ketemu langsung dengan korwil boleh, mau siaran langsung di TikTok atau bikin podcast juga silakan. Zaman sudah maju.
Puncaknya adalah tanggal 20-21 Juni 2026. Seluruh Aremania yang punya hak suara akan bergeser ke atas. Ke hawa sejuk Hotel Selecta, Kota Batu. Di sanalah Munas kedua digelar.
Tema munas kali ini sarat makna: “Bersinergi dalam Satu Langkah, Satu Jiwa”.
Filosofinya dalam sekali. Ini soal kolaborasi. Kerja bersama secara serentak dalam satu visi (satu langkah), dibalut semangat ikatan emosional dan komitmen sehati (satu jiwa).
Aremania sedang menulis sejarah baru cara mengelola organisasi suporter di Indonesia. Dari Langsep menuju Selecta, kita tunggu siapa saja tujuh nama terbaik yang akan menakhodai kapal besar bernama Aremania Utas ini. (Ra Indrata)




