MALANG POST – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pendidikan (Dindik), meneguhkan komitmen untuk mencetak generasi unggul yang kompetitif, di kancah global dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Balai Kota Among Tani, Senin (4/5/2026).
Mengusung visi besar agar pendidikan di Kota Batu “melesat dan mendunia”, Pemkot Batu mengakselerasi program strategis 1.000 sarjana, dengan mengalokasikan 400 kuota beasiswa pada tahun ini, sebagai investasi nyata menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menekankan, Hardiknas harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen, bahwa pendidikan adalah fondasi fundamental dalam seluruh aspek pembangunan bangsa, Bukan sekadar seremoni tahunan.
“Melalui momentum Hardiknas 2026, kami ingin peserta didik meneladani sifat kepahlawanan para pendahulu.”
“Kita harus memiliki spirit yang sama bahwa pendidikan di Kota Batu harus melesat dan mendunia.”

MELESAT MENDUNIA: Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat menggaungkan pendidikan di Kota Batu harus melesat dan mendunia dalam momen Hardiknas 2026. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Ini ikhtiar bersama untuk menyiapkan generasi masa depan yang tangguh,” ujar Alfi Nurhidayat usai upacara peringatan, Senin (4/5/2026).
Investasi SDM Lewat Beasiswa 1.000 Sarjana
Langkah konkret Pemkot Batu dalam memerangi ketimpangan akses pendidikan tinggi, diwujudkan melalui program beasiswa 1.000 sarjana.
Program yang menjadi bagian dari visi-misi pembangunan daerah ini, dirancang khusus untuk memfasilitasi putra-putri asli daerah, agar mampu mengenyam pendidikan di universitas tanpa terkendala biaya.
Alfi menjelaskan, pada tahun anggaran 2026 ini, pemerintah telah menyiapkan kuota untuk 400 penerima beasiswa.
Hal ini dipandang sebagai investasi jangka panjang, untuk melahirkan generasi intelektual baru, yang nantinya mampu memberikan rekomendasi kebijakan strategis bagi kemajuan daerah.
“Kami ingin memastikan generasi muda Kota Batu tidak hanya siap secara mental, tetapi juga memiliki kompetensi untuk bersaing di tingkat global.”
“Pendidikan yang unggul akan membuat mereka memiliki andil besar dalam merumuskan arah pembangunan Kota Batu ke depan,” tambah pria yang dikenal inovatif ini.
Perangi Perundungan dan Jamin Akses Inklusif
Selain fokus pada jenjang pendidikan tinggi, Alfi juga menyoroti pentingnya menciptakan ekosistem sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif.
Ia memberikan instruksi keras, agar lingkungan pendidikan di Kota Batu bersih dari praktik perundungan (bullying) yang dapat merusak mentalitas siswa.
“Jangan sampai ada bullying di sekolah. Tidak boleh ada satu pun anak di Kota Batu yang terhambat mengakses pendidikan, baik karena faktor ekonomi maupun lingkungan.”
“Masalah gizi anak juga menjadi perhatian kami agar tumbuh kembang mereka optimal,” tegas Alfi.
Kolaborasi Lintas Stakeholder
Keberhasilan transformasi pendidikan ini, menurut Alfi, mustahil tercapai tanpa dukungan penuh dari masyarakat dan pemangku kepentingan (stakeholder).
Ia mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif dalam membangkitkan semangat literasi dan kualitas belajar di lingkungan masing-masing.
“Kita menyiapkan generasi emas sejak hari ini. Karena itu, kami sangat mengharapkan peran serta masyarakat untuk bersama-sama membangkitkan semangat pendidikan.”
“Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis pendidikan yang maju dan berdaya saing global di Kota Batu dapat terwujud,” pungkasnya. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




