Dari teori ke praktik, KORPRI UM dilatih urus jenazah. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Universitas Negeri Malang (UM) menggelar pelatihan pemulasaraan jenazah bagi Ketua Subunit Fakultas, Jumat (17/4/2026) di Aula GKB A20 lantai 9.
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan praktis sekaligus menanamkan kesadaran religius dalam menjalankan kewajiban sosial.
Ketua KORPRI UM, Ridwan Joharmawan, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat solidaritas internal pegawai.
“Pelatihan ini merupakan upaya KORPRI UM mempersiapkan kader agar mampu membantu ketika ada anggota yang wafat. Ini juga menjadi bentuk early jihad dalam menunaikan ibadah fardhu kifayah,” ujarnya.
Secara sistematis, pelatihan diawali dengan penyampaian materi pemulasaraan jenazah dari perspektif agama dan medis. Dari sisi keagamaan, Moh. Khasairi menjelaskan.
Tahapan utama perawatan jenazah, mulai dari memandikan, mengafani, menyalati, hingga menguburkan. Ia juga menekankan perbedaan perlakuan terhadap jenazah syahid.
“Jenazah syahid tidak perlu dimandikan, cukup dibersihkan tanpa melepas pakaian yang melekat,” jelasnya.
Penguatan perspektif tersebut disampaikan oleh Erianto Fanani yang meninjau dari aspek medis. Ia menegaskan bahwa jenazah dengan kondisi tertentu, seperti korban kecelakaan dengan luka terbuka, diperlakukan secara khusus.
“Proses pemulasaraan pada kondisi tersebut cukup dengan membersihkan luka tanpa pemandian,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti penanganan jenazah infeksius yang membutuhkan prosedur ketat.
“Idealnya, pemandian dilakukan di rumah sakit. Namun, jika dilakukan di rumah duka, keluarga wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan meminimalkan kontak langsung,” tambahnya.
Setelah sesi teori, peserta mengikuti praktik langsung yang dipandu pemateri. Keterlibatan aktif ini membuat pemahaman peserta lebih komprehensif dan aplikatif.
Pelatihan ini tidak sekadar meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga memperkuat nilai empati, solidaritas, dan penghormatan terhadap sesama.
Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek kesehatan yang baik dan kesejahteraan (Good Health and Well-being) serta penguatan komunitas yang inklusif dan berdaya.
Melalui kegiatan ini, KORPRI UM berharap setiap subunit fakultas mampu menjadi garda terdepan dalam membangun lingkungan kerja yang peduli, tanggap, dan harmonis. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




