Connect with us

Hi, what are you looking for?

Pendidikan

Perundungan Terjadi Bertahap, Mulai dari Perilaku Mendominasi Hingga Disuruh Belikan Makanan   

Diana Savitri Hidayati S.Psi M.Psi (Foto: Istimewa)

Malang Post – Tindak perundungan atau yang sering disebut bullying, kerap terjadi di lingkungan masyarakat. Tidak hanya di tingkat sekolah saja. Perundungan juga sering terjadi di lingkungan kerja.

Terbaru, kasus perundungan terjadi di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Hal ini terkuak melalui twitter korban yang berinisial MSA pada beberapa waktu lalu. 

Baca Juga ----------------------------

Ditanya ihwal tersebut, dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Diana Savitri Hidayati S.Psi M.Psi mengatakan.

Kasus perundungan sering terjadi baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan kerja. Dalam prosesnya, ada tiga pihak yang terlibat. Pelaku, korban dan penonton.

“Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan perundungan. Namun yang pasti, hal itu dapat terjadi karena kondisi yang memungkinkan,” ungkap dosen kelahiran Surabaya itu.

Lebih lanjut, Didi sapaan akrabnya, membedah beberapa penyebab seseorang menjadi pelaku maupun korban dari tindak perundungan.

Dari sisi pelaku, biasanya ia merasa dominan dan berhak untuk mengintimidasi pihak lain yang terlihat lemah atau tidak akan melawan. Pola asuh dan lingkungan yang salah, juga dapat menyebabkan seseorang memiliki sifat demikian.

Dalam kasus perundungan di kantor KPI, tingkat perkembangan usia para pihak yang terlibat adalah dewasa madya. Hal ini menunjukan bahwa pelaku dari kecil sudah biasa melakukan perundungan dan hal itu berlanjut hingga ke lingkungan kerja.

“Kalau dari sisi korban. Biasanya korban memiliki kepribadian yang lemah. Hal ini dapat berupa konsep diri yang negatif. Seperti selalu merasa dirinya salah atau merasa dirinya sudah biasa untuk dikalahkan. Hal ini dapat terbentuk dari pola asuh yang salah pula dari keluarga serta kritik yang tidak membangun,” ujarnya melanjutkan.

Dijelaskan Didi, perundungan akan berdampak negatif pada kesehatan mental korban. Dampak terburuk yang dapat menimpa korban adalah gangguan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) hingga keinginan bunuh diri.

Didi mengatakan ada dua hal yang mungkin terjadi, ketika seseorang mengalami perundungan. Pertama, korban akan menyikapi perundungan tersebut dengan cara positif. Berani melawan baik secara fisik maupun secara hukum.

Sementara yang kedua adalah, korban mungkin akan menyikapi perundungan tersebut secara negatif sehingga tidak berani melawan. 

“Saya melihat dalam kasus KPI, MSA dapat menyikapi perundungan tersebut secara positif. Karena bisa berjuang dan melawan pelaku melalui berbagai cara. Butuh keberanian besar untuk mengungkapkan kejadian tersebut di sosial media.”

“Namun MSA mengalami gangguan PTSD karena perundungan telah terjadi selama bertahun-tahun. Ditambah lagi berbagai cara yang ia lakukan untuk melawan balik berakhir gagal,” ujar Didi.

Didi mengatakan ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengantisipasi maupun mengatasi sebuah perundungan.

Pertama, mencari dukungan sosial jika terjadi tindakan-tindakan tidak menyenangkan di sekolah maupun kantor.

Kedua, selektif dalam mencari teman. Karena lingkungan pertemanan akan berpengaruh pada  perilaku maupun pola pikir seseorang.

Ketiga, mampu membedakan ranah pekerjaan dan pertemanan. Sehingga dapat mengetahui lebih awal jika dirinya sedang dirundung.

“Perundungan biasanya terjadi secara bertahap mulai dari yang ringan seperti disuruh membelikan makanan sampai ke tahap kekerasan dan pelecehan seksual. Korban pada awalnya juga tidak menyadari bahwa dirinya sedang dirundung.”

“Hal ini terjadi karena sistem senioritas masih berlaku di Indonesia. Sehingga korban merasa lazim ketika diperlakukan sebagai junior dan disuruh-suruh. Oleh karenanya, dukungan sosial serta membedakan ranah pekerjaan dan pertemanan menjadi poin penting untuk mengetahui lebih dini ketika perundungan ringan terjadi,” tandasnya. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

News

Malang Post – Sang ibu diduga meninggal tidak wajar. Putranya pun lapor ke Polresta Malang Kota. Kematian warga Jl Emprit Kecamatan Sukun, Kota Malang...

Malang Raya

Malang Post — Pemkab Malang mengapresiasi para pelajar yang berprestasi di bidang olahraga. Salah satunya Koko Indra, asal Desa Pujon, Kecamatan Pujon. Ia tergabung sebagai...

Malang Raya

Malang Post — Polres Malang bersinergi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Kepanjen, untuk menjaring relawan vaksinasi. Agar terwujud percepatan vaksinasi bagi masyarakat Kabupaten Malang....

Pendidikan

Malang Post – Mahasiswa baru (maba) dari berbagai daerah Nusantara turut serta dalam gelaran Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Event tahunan...

Malang Raya

Malang Post — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya menggelar Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan 33 dan 34. Dilakukan sejak Sabtu (18/9/2021) hingga Selasa (21/9/2021)....

Pendidikan

Malang Post — Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, kembali mendapatkan kabar gembira. Ini setelah salah satu mahasiswanya memperoleh penghargaan. Melalui LKTIN...

Malang Raya

Malang Post — Setahunan tersangka RP (29) warga ber-KTP Desa Jenggolo Kepanjen, Kabupaten Malang pakai narkoba jenis Sabu (SS). Alasannya demi tahan rasa kantuk karena...

Malang Raya

Malang Post – Sebagai upaya untuk mencegah penularan Covid-19 serta sejalan dengan program pemerintah pusat yang mulai melaksanakan vaksinasi bagi pelajar.  Ketua Yayasan Kartika...