MALANG POST – Mendorong aksi nyata penanganan perubahan iklim dan pilar SDGs, Universitas Negeri Malang libatkan ribuan maba PKKMB 2026 dalam penanaman 2.000 bibit Sansevieria di sepanjang kampus.
Universitas Negeri Malang (UM) kembali menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026.
Agenda yang berlangsung pada Selasa (11/8/2026) ini mengajak para mahasiswa baru (maba) untuk terlibat langsung dalam aksi Green Campus, salah satunya dengan menanam lidah mertua (Sansevieria) di sejumlah titik area kampus.
Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. menyampaikan bahwa momen PKKMB merupakan waktu yang tepat untuk menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap isu lingkungan, terutama di tengah tantangan perubahan iklim yang kian mengemuka.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, melainkan juga berani mempertanyakan dan merespons kondisi lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, aksi nyata seperti ini sangat penting,” tuturnya.
Prof. Hariyono menambahkan, pemilihan Sansevieria bukan tanpa alasan. Tanaman ini dikenal memiliki keunggulan dalam proses pertukaran gas, bahkan mampu menghasilkan oksigen sepanjang hari tanpa bergantung penuh pada sinar matahari sebagai sumber fotosintesis.

“Dengan begitu, kami optimistis kontribusi UM dalam menyediakan oksigen dan memperkuat ruang hijau kampus dapat terus meningkat,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Green Campus UM Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd. menegaskan bahwa kegiatan ini tidak semata-mata soal penghijauan, melainkan menjadi media pembelajaran ekologis bagi mahasiswa baru.
“Kami berharap para mahasiswa tidak hanya menanam, melainkan juga memahami peran mereka dalam menjaga keberlanjutan lingkungan bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Rangkaian acara diawali dengan penanaman simbolis oleh jajaran pimpinan UM di area taman Gedung Fakultas Ilmu Kedokteran (FIK). Selanjutnya, mahasiswa baru turun langsung menanam Sansevieria di sepanjang Jalan Cakrawala.
Sementara itu, panitia PKKMB 2026 menyebutkan sekitar 2.000 bibit Sansevieria didistribusikan ke berbagai fakultas. Langkah ini diyakini mampu memperluas area hijau sekaligus menciptakan suasana kampus yang lebih teduh dan nyaman.
UM menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Lewat program Green Campus, mahasiswa didorong untuk menjadikan kepedulian lingkungan sebagai kebiasaan harian di kampus.
Upaya ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 15 (Ekosistem Daratan). (*/M. Abd. Rachman Rozzi/Januar Triwahyudi)




