MALANG POST – Dipercaya Kemdiktisaintek menggelar pelatihan nasional 92 JP di Atria Hotel, Universitas Negeri Malang bekali 50 dosen Malang Raya metode Pembelajaran Transformatif berbasis Life-Based Learning.
Sebanyak 50 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Malang Raya mengikuti Pelatihan Pembelajaran Transformatif yang digelar Universitas Negeri Malang (UM) di Atria Hotel Malang pada 7–9 Agustus 2026. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama UM dengan Direktorat Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) Ditjen Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek.
Pelatihan ini dirancang khusus untuk memperkuat kemampuan dosen dalam menciptakan proses belajar yang mampu mengubah cara pandang mahasiswa. Pendekatan yang digunakan mencakup empat tahap penting, yaitu pemicu, refleksi, aksi, dan integrasi. Melalui metode ini, dosen tidak sekadar menyampaikan teori, melainkan juga membimbing mahasiswa untuk berpikir kritis serta menghubungkan ilmu pengetahuan dengan realitas sosial.
Acara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I UM Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd. Turut hadir jajaran pimpinan Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LPPP) UM Prof. Dr. Hardika, M.Pd. dan Prof. Dr. Lia Yuliati, M.Pd. Sementara itu, hadir secara langsung dari kementerian, Direktur SSPT Prof. dr. Ardi Findyartini, Ph.D. serta Ketua Kelompok Kerja Model Pembelajaran Transformatif Dr. Neneng Khafidho, S.S., M.M.
Peserta pelatihan terdiri atas 25 dosen perwakilan setiap fakultas di UM serta 25 dosen dari sejumlah perguruan tinggi di Malang Raya. Kehadiran peserta lintas kampus ini menjadi wadah bertukar pengalaman sekaligus memperluas jejaring kolaborasi dalam pengembangan inovasi pembelajaran.

Pelatihan berlangsung selama 92 jam pelajaran (JP) yang terbagi ke dalam tiga fase:
- Fase I (Belajar Mandiri Daring – 25 JP): Membangun pemahaman dasar konsep pembelajaran.
- Fase II (Tatap Muka Luring – 55 JP): Pendalaman materi, simulasi mengajar antarrekan (peer teaching), dan penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
- Fase III (Praktik Baik dan Refleksi Daring – 12 JP): Evaluasi penerapan dan refleksi hasil mengajar.
Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (PKP) LPPP UM Nuril Munfaridah, S.Pd., M.Pd., Ph.D. menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal penting bagi para pengajar perguruan tinggi.
“Kami berharap pelatihan ini menjadi titik tolak bagi dosen di Malang Raya untuk memperkuat proses belajar yang berujung pada perubahan perspektif mahasiswa terhadap isu-isu sosial,” ujar Nuril, Rabu (12/8/2026).
Ia menambahkan, model pembelajaran transformatif ini selaras dengan pendekatan Life-Based Learning yang menjadi ciri khas pendidikan di UM. Lewat pendekatan tersebut, mahasiswa diajak menjadikan persoalan nyata di masyarakat sebagai konteks utama aplikasi ilmu pengetahuan.
UM bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Negeri Makassar (UNM) merupakan tiga perguruan tinggi yang dipercaya Kemdiktisaintek untuk menyelenggarakan pelatihan nasional ini.
Selain peningkatan kompetensi, pelatihan ini menargetkan luaran konkret. Setiap peserta diwajibkan menyusun portofolio integrasi RPS dan instrumen asesmen, laporan praktik baik, Rencana Tindak Lanjut (RTL), serta bergabung dalam komunitas pembelajar berkelanjutan.
Langkah ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (*/M. Abd. Rachman Rozzi/Januar Triwahyudi)




