Connect with us

Hi, what are you looking for?

Wisata

Taman Pakis Gunung Kawi, Bisa Jadi Pilihan Wana Wisata

WISATA ALAM: Destinasi alternatif bagi penyuka wisata outdoor

Long Weekend menjadi momen spesial untuk refreshing. Mendinginkan pikiran bersama orang yang dicintai.

Lokasi wisata yang satu ini, mungkin bisa jadi pilihan. Wana Wisata Taman Pakis Lok Songo Madu Arjo Gunung Kawi Kabupaten Malang.

“Sekarang ini sudah dibuka Wana Wisata Taman Pakis Gunung Kawi Lok Songo Gunung Kawi. Wisata alam keren ini cocok buat pemburu tempat nongki hits,” terang backpaker asal Wonosari, Aidha Dhum.

Ia menjelaskan, destinasi wisata ini seluas 308, 86 hektar. Berada di Desa Maduarjo, Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang.

“Ada tempat ngopsans. Ngopi santai sambil rasan-rasan. Bisa berphotograpy dengan spot alam. Juga bisa ngecamp dan outbound,” terang perempuan yang juga vokalis ini.

Untuk pengunjung yang membawa rombongan, bisa melakukan reservasi dulu.

“Jadi, pengunjung bisa melakukan reservasi dulu di Loket Posko Pendakian,” ujar Jatmiko Adi Suhata (28), Sekretaris LMDH (Lembaga Masyarakat Daerah Hutan) Madujaya Maduarjo.

Aidha menuturkan, Taman Pakis dengan HPP (Hutan Pinus Precet) adalah tempat berbeda. Ada peta sendiri untuk wilayah Taman Pakis yang saat ini dikelola oleh LMDH Madujaya.

“Jadi wilayah mereka ini, berada di belakang HPP. Luasnya 308,85 hektar,” terang Aidha.

Sepertinya satu kesatuan. Karena berada pada lokasi yang saling berdekatan. Maka pengunjung dapat juga menikmati keindahan Coban Lok Songo, Coban Pelangi dan Gua Jepang.

Asri : Taman Pakis menjadi Destinasi alternatif bagi penyuka wisata outdoor

“Termasuk Coban Lok Songo, Coban Pelangi, Gua Jepang dan banyak lagi yang belum terekspos,” terang Jatmiko yang lebih suka hidup di hutan ini.

Selain sebagai posko pendakian Batu Tulis, di kawasan ini juga bisa dipergunakan wisatawan sebagai tempat camp.

“Kami menyediakan peralatannya juga. Jika membawa peralatan sendiri, biaya sewanya hanya Rp 50.000 per tenda,” terang Jatmiko.

Untuk outbound, tergantung dari jumlah rombongan. Dengan mengisi formulir pendaftaran tentunya.

“Jika malam hari, Kita juga memberi penerangan lampu hias ala kafe. Harapan Kami ke depannya banyak teman-teman bisa ngopi disini walaupun malam hari,” tukas Jatmiko mengakhiri. (*Januar Triwahyudi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Di's way

Malang – Dyah Limpa adalah seorang Rakryan Patang Juru yang tinggal di Gasek (kini nama dukuh itu di Kelurahan Karangbesuki, Kota Malang). Rakryan mendapat...

Opini

Sebagai pelaku kesenian, saya cukup tersentuh dengan keluh kesah teman-temanseniman yang mencoba bertahan hidup di masa pandemi Covid-19. Beberapa diantaranya seniman teater paruh baya...

Di's way

Malang – Luar Biasa, dua musim bersama Arema FC, pada Kompetisi Liga 1 2018 dan 2019, gelandang serang Arema FC, Makan Konate tak tergantikan...

Di's way

Da’i dan tokoh milenial NU, KH Miftah Maulana atau yang sering di sapa Gus Miftah hadir di Kecamatan Lawang Kabupaten Malang, Jum’at (27/11/2020) –hari...