MEMBANGGAKAN: Etik Sulistyaningsih (Esty Sulistya), Presenter RRI Malang saat hadir dalam Sidang Tahunan MPR RI, dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI, dalam rangka HUT ke-81 RI. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Presenter Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Malang, Etik Sulistyaningsih atau Esty Sulistya, mengukir prestasi nasional dengan terpilih sebagai Pegawai Teladan dan diundang menghadiri Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Suara jernih di udara, adalah tugas harian penyiar. Menyapa pendengar, sudah jadi kebiasaan rutin. Namun, cerita kali ini berbeda. Konsistensi di balik mikrofon itu berbuah manis.
Pencapaian bangga diraih angkasawati RRI Malang. Namanya Etik Sulistyaningsih. Publik lebih mengenalnya dengan sapaan Esty Sulistya.
Esty terpilih menjadi Pegawai Teladan Nasional. Penghargaan ini datang langsung dari negara.
Esty masuk dalam jajaran 225 figur teladan. Mereka berasal dari berbagai kementerian dan lembaga. Ada juga yang datang dari pelbagai daerah.
Sebagai bentuk apresiasi, DPD RI mengundang mereka. Lokasinya di Gedung Nusantara, Jakarta. Acara berlangsung Jumat (14/8/2026) lalu.
Para teladan hadir dalam agenda kenegaraan. Mereka mengikuti Sidang Tahunan MPR RI. Hadir pula Sidang Bersama DPR dan DPD RI.
Agenda utamanya mendengar Pidato Kenegaraan Presiden RI. Pidato digelar dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

ISTIMEWA: Esty Sulistya (Jas hitam dengan hem putih, nomor 4 dari kiri di barisan terdepan), melambaikan tangan saat mendapat apresisasi dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026, di Senayan Jakarta. (Foto: Istimewa)
Esty mengaku sangat bangga dan bahagia. Perjuangannya sebagai jurnalis RRI mendapat pengakuan tinggi. Tugas pelayanan publik lewat radio dihargai negara.
“Bangga dan bahagia sekali. Prestasi dan kontribusi kami diapresiasi sebagai Teladan,” kata Esty, Selasa (18/8/2026).
Pengalaman duduk di forum kenegaraan sangat berkesan. Esty bertemu dengan sosok-sosok terbaik bangsa. Semua berkumpul dalam satu ruangan besar.
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, ikut menyapa. Sultan memberikan penghormatan khusus kepada para teladan.
“Bukti kecintaan kepada Republik, telah hadir 225 teladan. Mereka berasal dari berbagai Kementerian dan Lembaga,” ujar Sultan.
Sultan mengajak seluruh peserta sidang, memberi tepuk tangan. Pengabdian para teladan dinilai luar biasa. Mereka berjuang demi daerah dan Indonesia.
“Mari kita berikan apresiasi kepada mereka atas pengabdiannya,” puji Sultan di Ruang Paripurna.
Prestasi Esty mendapat perhatian dari pimpinan RRI. Direktur Utama LPP RRI I. Hendrasmo memberi pujian.
Hendrasmo menilai predikat teladan punya makna dalam. Gelar ini membawa tanggung jawab besar. Pegawai terpilih harus menjadi teladan bagi yang lain.
“Makna teladannya adalah memberi contoh. Mereka yang dipilih harus memberi contoh secara kinerja,” tegas Hendrasmo.
Dirut RRI berharap, Esty tidak cepat puas. Prestasi kerja ini harus terus dipertahankan. Esty diminta menjadi penggerak bagi kawan-kawan lainnya.
Hendrasmo juga mengingatkan seluruh angkasawan RRI. Kompetensi pegawai harus terus ditingkatkan. Persaingan industri media saat ini makin ketat.
“Teman-teman harus senantiasa meningkatkan kompetensi. Kita harus bisa terus menggaet audiens,” tambahnya.
LPP RRI berkomitmen mendukung kapasitas pegawai. Berbagai pelatihan teknis terus digulirkan.
“Komitmen kami sangat kuat. Pelatihan terus dilakukan agar kemampuan pegawai terus meningkat,” pungkas Hendrasmo. (Ra Indrata)




