MALANG POST – Lolos kurasi ketat 60 peserta se-Jatim, Desa Wisata Sumbergondo Bumiaji sabet peringkat 6 Desa Wisata Terbaik Jawa Timur dalam Wonderful Indonesia Award (WIA) 2026.
Desa Wisata Sumbergondo, Kota Batu, menorehkan capaian membanggakan di tingkat Jawa Timur. Desa wisata yang berada di Kecamatan Bumiaji tersebut berhasil masuk 10 besar Desa Wisata Terbaik Jawa Timur dalam ajang Wonderful Indonesia Award (WIA) 2026.
Capaian itu menjadi hasil dari proses kurasi yang berlangsung ketat dan objektif. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto menyebut, keberhasilan Sumbergondo menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Batu sekaligus bukti bahwa pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal mampu bersaing di tingkat provinsi.
“Ini sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami, Dinas Pariwisata Kota Batu, dapat menghantarkan Desa Wisata Sumbergondo masuk ke dalam 10 Desa Wisata Terbaik Jawa Timur dalam ajang WIA 2026,” ujar Onny, Senin (17/8/2026).
Proses kurasi WIA 2026 tingkat Jawa Timur diikuti 60 desa wisata yang mendaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 desa wisata diusulkan oleh pemerintah kabupaten/kota untuk mengikuti tahapan kurasi.

MEMBANGGAKAN: Desa Wisata Sumbergondo masuk 10 besar Desa Wisata terbaik Jatim di WIA 2026, salah satu unggulannya ada D’Kopi Sabin yang berkembang baik dikelola oleh Bumdes setempat. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Penilaian dilakukan oleh tiga kurator independen yang berasal dari unsur akademisi, komunitas, dan praktisi pariwisata. Mereka melakukan penilaian berdasarkan indikator yang telah ditetapkan hingga akhirnya terpilih 10 desa dan kampung wisata dengan nilai kurasi tertinggi.
Sumbergondo berada di peringkat keenam dalam daftar tersebut. Posisi teratas ditempati Kampoeng Heritage Kajoetangan dari Kota Malang, disusul Desa Wisata Poncokusumo Kabupaten Malang dan Sumberwringin Kabupaten Bondowoso.
Selanjutnya Desa Klepu Jayandaru Kabupaten Ponorogo, Desa Wisata Bahari Nglebeng Kabupaten Trenggalek, Sumbergondo Kota Batu, Bira Tengah Kabupaten Sampang, Kampung Majapahit Bejijong Kabupaten Mojokerto, Ngringinrejo Kabupaten Bojonegoro, dan Kampung Lawas Maspati Kota Surabaya.
Onny menilai capaian tersebut tidak lepas dari dedikasi pengelola serta masyarakat Sumbergondo dalam mengembangkan potensi desa. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam membangun desa wisata yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, melainkan juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
“Ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara Pemerintah Kota dan desa wisata mampu menghasilkan inovasi yang membanggakan,” katanya.
Menurutnya, masuknya Sumbergondo dalam jajaran 10 besar bukan menjadi titik akhir. Sebaliknya, capaian tersebut diharapkan menjadi pemantik untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan, pelayanan, inovasi, serta penguatan kearifan lokal.

Dengan capaian tersebut, Sumbergondo kini memiliki peluang untuk semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata berbasis masyarakat dari Kota Batu. Pengembangan desa wisata juga diharapkan tidak berhenti pada aspek kunjungan wisatawan, melainkan mampu memperluas manfaat bagi masyarakat setempat.
“Semoga pencapaian ini menjadi pemantik semangat untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan, pelayanan, dan kearifan lokal agar Desa Wisata Sumbergondo semakin dikenal luas dan memberi manfaat lebih bagi masyarakat,” ujar Onny.
WIA 2026 sendiri menjadi ajang apresiasi dan penghargaan bagi pengelola desa wisata dan kampung wisata yang dinilai mampu menciptakan destinasi unggulan, memberdayakan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan.
Capaian Sumbergondo menjadi tambahan energi untuk terus mengembangkan pariwisata yang bertumpu pada potensi desa dan kekuatan masyarakat. Tidak sekadar mengejar jumlah kunjungan, melainkan juga menghadirkan destinasi yang memiliki karakter, inovasi, serta memberikan dampak ekonomi bagi warga.
Onny juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur atas rangkaian proses kurasi WIA 2026. Ia berharap kolaborasi antarpemangku kepentingan pariwisata terus diperkuat untuk mendorong destinasi wisata di Jawa Timur semakin berdaya saing. (*/Ananto Wibowo/Ra Indrata)




