PIALA PRESIDEN: Setelah turun di ajang pramusim, Arema FC bakal menggelar uji coba pramusim. Menghadapi RANS Nusantara dan Persipura. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Manajemen Arema FC memastikan dua laga uji coba, menghadapi RANS FC dan Persipura Jayapura, di Stadion Kanjuruhan, bakal berlangsung serius tanpa gimik hiburan, demi mematangkan taktik menyongsong Super League 2026/2027.
Laga uji coba pramusim, kerap kali terjebak pada sekadar seremoni hiburan. Ada panggung musik di pinggir lapangan. Ada pula ajang perkenalan pemain yang heboh.
Namun, Arema FC memilih jalan berbeda tahun ini. Singo Edan tidak ingin bermain-main dalam persiapan tim. Masa pramusim harus dimanfaatkan secara maksimal.
Arema FC dijadwalkan menjajal dua kekuatan tim sekaligus. Lawan pertama adalah RANS FC. Lawan kedua adalah tim legendaris Persipura Jayapura.
Kedua pertandingan tersebut dipastikan berlangsung sangat serius. Tidak ada ruang untuk sekadar mencari sensasi panggung. Pertandingan menjadi bagian vital dari persiapan tim.
Sebelumnya, sejumlah suporter memberikan usulan menarik. Mereka ingin laga uji coba disatukan dengan peluncuran tim (launching team).
Namun, manajemen Arema FC langsung menimbang ulang usulan tersebut. Konsep peluncuran tim berpotensi menghadirkan banyak gimik di lapangan. Hal itu bisa memecah fokus pemain.
Selain itu, opsi format trofeo sempat mengemuka. Format ini mempertemukan tiga tim sekaligus dalam sehari. Durasi bermainnya biasanya lebih singkat.
Skenario trofeo akhirnya resmi ditolak. Pelatih kepala Marcos Santos tidak menyetujui konsep tersebut. Pelatih asal Brasil itu ingin laga uji coba yang realistis.
Marcos Santos ingin anak asuhnya berlaga dengan format penuh. Waktunya normal 2×45 menit. Atmosfernya harus mirip dengan pertandingan resmi di kompetisi.
Format normal memberikan ruang gerak bagi tim pelatih. Marcos butuh panggung untuk menguji taktik secara mendalam. Strategi permainan harus dimatangkan secara maksimal.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi, mendukung penuh keputusan pelatih. Manajemen sepakat mengikuti seluruh kebutuhan teknis tim pelatih.
Pria yang akrab disapa Inal itu menegaskan perbedaan pendekatan kali ini. Laga uji coba tidak dirancang untuk tontonan hiburan semata.
“Trofeo satu hari itu tujuannya berbeda. Dulu ada unsur entertainment. Sekarang kami benar-benar ingin membuat pertandingan yang berguna untuk tim,” kata Inal.
Manajemen Singo Edan sudah menyusun jadwal pertandingan dengan rapi. Penentuan tanggal laga mempertimbangkan jeda waktu istirahat (recovery) pemain.
Arema FC akan menjamu RANS FC lebih dulu. Pertandingan digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Laga berlangsung Jumat (21/8/2026).
Lima hari berselang, Arema FC kembali turun ke lapangan. Kali ini meladeni kekuatan Persipura Jayapura. Pertandingan digelar Rabu (26/8/2026).
Jarak antarpertandingan memberikan waktu istirahat selama empat hari. Pola ini sengaja dirancang menyerupai ritme kompetisi Super League 2026/2027.
Pemain bisa merasakan langsung tekanan jadwal pertandingan yang padat. Mereka belajar mengelola kebugaran fisik dengan lebih disiplin.
Menurut Inal, skema ini membantu pelatih menilai kondisi fisik pemain. Kesiapan mental dan taktik skuad bisa terukur dengan sangat jelas.
Para pemain juga mendapatkan panggung untuk membuktikan kualitas. Mereka dituntut tampil maksimal dalam situasi pertandingan yang mendekati kompetisi resmi.
“Pelatih bilang akan benar-benar memanfaatkan laga uji coba ini. Ini bagian penting untuk mematangkan persiapan tim sebelum kompetisi bergulir,” tegas Inal. (Ra Indrata)




