MALANG POST – Tim Mahasiswa Membangun Desa – Doktor Mengabdi (MMD-DM) Universitas Brawijaya (UB), menggelar sosialisasi dan pendampingan diversifikasi olahan pangan lokal berbasis jagung, bagi UMKM Camilan Isabela di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (4/7/2026). Program ini dibarengi dengan edukasi penerapan Good Hygiene Practices (GHP), inovasi kemasan, serta strategi pemasaran digital.
Tim Mahasiswa Membangun Desa – Doktor Mengabdi (MMD-DM) Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan pengenalan inovasi diversifikasi olahan pangan lokal berbasis jagung, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan pengabdian ini dibarengi dengan pelatihan Good Hygiene Practices (GHP), inovasi kemasan, serta strategi pemasaran digital bagi mitra UMKM Camilan Isabela di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program ini dilaksanakan sebagai upaya nyata membantu pelaku usaha mikro meningkatkan nilai jual produk olahan jagung melalui perluasan akses pasar dan penerapan standar higiene produksi yang diusulkan oleh Dr. nat. techn. Elok Waziiroh, S.T.P., M.Si.
Dalam pelaksanaannya, Tim MMD-DM UB memperkenalkan lima inovasi produk turunan jagung yang memiliki nilai tambah tinggi bagi UMKM Camilan Isabela.
Kelima produk olahan tersebut meliputi jagung bose instan, kue kering (cookies) tepung jagung dengan fortifikasi daun kelor, batang makanan ringan (snack bar) perpaduan jagung popcorn dan kacang, gula-gula babeko berbasis jagung sebagai inovasi produk manis khas NTT, serta penyedap dan pengental alami berbasis jagung, rumput laut, dan rempah.

Selain pengenalan produk, tim MMD-DM memberikan sosialisasi mengenai standardisasi GHP untuk menjamin kebersihan dan keamanan pangan. Tim juga memaparkan desain kemasan modern guna memikat konsumen serta strategi intervensi pemasaran untuk memperluas jangkauan penjualan secara berkelanjutan.
Salah satu langkah pemasaran digital yang dikenalkan adalah pemanfaatan pautan tautan (Linktree) yang merangkum berbagai informasi penting, mulai dari kontak pemesanan, akun media sosial, hingga titik lokasi UMKM.
Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya potensi jagung di Provinsi NTT yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal menjadi produk olahan bernilai tambah. Di sisi lain, keterbatasan pengetahuan mengenai teknik pengolahan pangan yang higienis serta strategi pemasaran modern menjadi kendala utama UMKM Camilan Isabela dalam mengembangkan skala usahanya.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan bekal keterampilan yang benar-benar dapat diterapkan secara mandiri oleh UMKM Camilan Isabela, baik dari sisi pengolahan produk maupun penerapan standar kebersihan produksi,” ujar Lazuardi, Ketua Tim Mahasiswa MMD-DM UB.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa melakukan uji organoleptik atau uji hedonik produk turunan jagung kepada pemilik UMKM Camilan Isabela. Penilaian menggunakan empat skala tingkat kesukaan, dengan angka 1 berarti sangat tidak suka dan 4 berarti sangat suka.
Pemilik UMKM Camilan Isabela, Andika A. Putra, menyampaikan respons positif terhadap produk hasil diversifikasi jagung yang dibawa oleh tim pengabdian UB.
“Produk hasil olahan mahasiswa ini sudah sangat baik dari segi tingkat kesukaan. Saya beri nilai 3 (suka) dari skala 4. Hasil ini akan kami pertimbangkan untuk dicoba masuk ke lini produksi,” kata Andika.
Melalui intervensi Universitas Brawijaya berupa diversifikasi produk dan pendampingan manajemen usaha, program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan lokal berbasis jagung, meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, serta mendorong keberlanjutan usaha UMKM di Kupang dalam jangka panjang. (M. Abd. Rachman Rozzi / Januar Triwahyudi)




