MALANG POST – Cara berbeda diterapkan Pemkot Batu dalam gelaran Pasar Murah Ramadan tahun ini. Tidak lagi sekadar menjual sembako secara langsung oleh pemerintah, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) menggandeng puluhan pedagang lokal sebagai mitra penyalur sembako bersubsidi.
Program yang digelar di Pasar Induk Among Tani tersebut langsung disambut antusias warga. Ribuan voucher subsidi yang dibagikan pada Selasa (10/3/2026) ludes hanya dalam hitungan jam.
Pasar Murah Ramadan berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Maret 2026. Selama kegiatan itu, Diskumperindag menyiapkan total 3.000 voucher subsidi. Setiap hari, sebanyak 1.000 voucher dibagikan kepada masyarakat yang datang ke lokasi.
Kepala Bidang Perdagangan Diskumperindag Kota Batu, Andry Yunanto menjelaskan, sistem voucher sengaja diterapkan agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran sekaligus mencegah penggandaan oleh oknum.
“Tahun ini pedagang kami ajak menjadi mitra. Jadi warga yang memegang voucher bisa langsung belanja ke lapak pedagang yang sudah bekerja sama dengan kami. Masyarakat dapat harga subsidi, pedagang juga senang karena dagangannya laku,” ujar Andry.

PASAR MURAH: Wali Kota Batu Nurochman saat turun langsung dalam pasar murah yang di gelar di Pasar Induk Among Tani Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Dalam skema tersebut, warga yang menunjukkan KTP dapat memperoleh maksimal tiga lembar voucher. Voucher itu kemudian dapat dibelanjakan langsung di lapak pedagang mitra yang menyediakan berbagai komoditas kebutuhan pokok.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Voucher yang mulai dibagikan pukul 09.00 WIB langsung habis sekitar pukul 11.00 WIB. “Tadi kita buka jam sembilan pagi. Jam sebelas sudah habis. Sekarang tinggal menunggu warga membelanjakan voucher itu. Nanti sekitar jam 13.00 pedagang bisa langsung mencairkan voucher ke kami, bisa cash maupun transfer,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini, pemerintah menggandeng 45 pedagang sebagai mitra. Mereka menyediakan sembilan komoditas penting, mulai dari beras, gula, minyak goreng, telur, daging ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, hingga daging sapi.
Wali Kota Batu, Nurochman yang membuka langsung kegiatan tersebut mengatakan, pasar murah merupakan salah satu instrumen pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
“Kegiatan pasar murah ini bagian dari upaya pengendalian inflasi sekaligus memastikan ketahanan pangan masyarakat di Kota Batu pada 2026,” ujar Cak Nur sapaanya.
Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan. Kondisi itu biasanya dipicu meningkatnya permintaan masyarakat, sementara ketersediaan stok di pasar relatif terbatas.
“Ketika permintaan meningkat sementara stok terbatas, harga biasanya ikut naik. Di situlah pemerintah hadir melakukan intervensi melalui program subsidi dalam pasar murah ini,” jelasnya.

Cak Nur menambahkan, pelibatan pedagang lokal menjadi langkah strategis karena selain membantu masyarakat mendapatkan harga lebih terjangkau, kebijakan tersebut juga ikut menggerakkan aktivitas ekonomi di pasar.
“Kolaborasi dengan pedagang ini sangat baik. Masyarakat terbantu, pedagang juga ikut merasakan dampak ekonomi dari kegiatan ini,” katanya.
Selain menyediakan sembako bersubsidi, pasar murah juga dirangkai dengan sejumlah layanan tambahan bagi masyarakat dan pedagang. Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis serta layanan tera ulang timbangan bagi pedagang untuk memastikan akurasi alat ukur.
“Alat timbangan pedagang perlu ditera ulang secara berkala agar akurasinya terjaga dan tidak merugikan siapa pun,” tuturnya.
Cak Nur berharap kebijakan yang berpihak kepada pedagang dan masyarakat tersebut dapat secara bertahap menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di Pasar Induk Among Tani.
“Kita berharap aktivitas ekonomi di Pasar Among Tani bisa kembali tumbuh. Tapi tentu semuanya harus dipersiapkan secara matang dan tidak bisa dilakukan secara instan,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)




