MALANG POST – Menyambut momentum libur sekolah sekaligus peringatan bulan pendidikan, destinasi wisata keluarga Mikutopia menghadirkan promo spesial bagi kalangan pelajar. Promo bertajuk “SEPARO” (Semarak Pelajar Wisata Harga Promo) ini menawarkan potongan harga tiket masuk hingga 50 persen.
Program tersebut ditujukan bagi rombongan pelajar mulai jenjang TK, SD, SMP hingga SMA/SMK sederajat yang berasal dari sekolah-sekolah di Kota Batu. Promo berlaku selama periode 18 Mei hingga 5 Juni 2026.
Sesuai dengan namanya, tiket reguler selama periode promo bisa didapatkan dengan harga setengah dari harga normal. Program ini diharapkan menjadi alternatif wisata edukatif yang lebih terjangkau bagi sekolah yang ingin mengadakan kegiatan outing class atau pembelajaran luar ruang.
Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadani mengatakan, bahwa promo SEPARO merupakan bentuk dukungan pihaknya terhadap kegiatan pendidikan, khususnya pembelajaran di luar kelas yang selama ini rutin digelar oleh sejumlah sekolah di Kota Batu.
“Ini bentuk dukungan terhadap kegiatan pembelajaran luar kelas atau outing class yang selama ini menjadi agenda rutin sejumlah sekolah di Kota Batu,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Menurut Panji, melalui promo tersebut para pelajar bisa menikmati pengalaman rekreasi yang menyenangkan sekaligus mendapatkan nilai edukatif. Apalagi konsep wisata yang dihadirkan Mikutopia memang dirancang ramah anak dengan berbagai wahana permainan, spot edukasi hingga area interaktif yang cocok untuk kegiatan kelompok pelajar.
“Harapannya sekolah memiliki pilihan destinasi wisata edukatif dengan biaya yang lebih terjangkau, sehingga anak-anak bisa belajar sambil bermain dalam suasana yang menyenangkan,” imbuhnya.
Namun demikian, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan promo tersebut. Promo hanya berlaku untuk rombongan minimal 20 peserta dan khusus bagi sekolah yang berada di wilayah Kota Batu.
Selain itu, pihak sekolah diwajibkan melakukan reservasi maksimal H-1 sebelum kedatangan melalui nomor resmi marketing Mikutopia di 0851-7755-1482.
Pengelola juga menegaskan bahwa promo SEPARO tidak dapat digabungkan dengan program diskon lainnya. Seluruh peserta rombongan wajib didampingi guru atau pendamping resmi dari sekolah selama kegiatan berlangsung di area wisata.
“Kami ingin memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, nyaman dan tertib. Karena itu pendampingan dari pihak sekolah menjadi salah satu syarat utama,” tegas Panji.

EDUKASI JAMUR: Para pelajar nampak sangat antusias saat mengikuti edukasi jamur si Mikutopia, di momen peringatan bulan pendidikan mereka menebar diskon 50 persen untuk pelajar se-Kota Batu. (Foto: Mikutopua for Malang Post)
Jumlah peserta yang hadir juga harus sesuai dengan data reservasi yang telah disampaikan sebelumnya kepada tim marketing. Seluruh pengunjung wajib mematuhi aturan operasional yang berlaku di kawasan wisata tersebut.
Sebagai salah satu destinasi wisata keluarga yang tengah digandrungi di Kota Batu, Mikutopia dikenal dengan konsep uniknya yang identik dengan jamur penuh warna, area bermain tematik, serta sejumlah fasilitas interaktif yang mendukung aktivitas edukatif.
Tidak hanya sekadar tempat rekreasi, kawasan wisata ini juga mulai banyak dipilih sekolah sebagai lokasi kegiatan pembelajaran luar ruang, penguatan kebersamaan hingga pengembangan kreativitas siswa.
Dengan hadirnya promo SEPARO, pihak pengelola optimistis kunjungan wisata pelajar akan meningkat selama periode akhir semester. Terlebih, Kota Batu selama ini dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata edukasi di Jawa Timur yang memiliki banyak destinasi ramah anak dan keluarga.
Melalui promo tersebut, Mikutopia berharap dapat menjadi pilihan utama bagi sekolah yang ingin menghadirkan pengalaman belajar berbeda bagi para siswa. Selain rekreatif, kegiatan wisata juga diyakini mampu meningkatkan kreativitas, interaksi sosial hingga pengalaman belajar yang tidak diperoleh di dalam ruang kelas.
“Tidak sedikit sekolah yang memanfaatkan kunjungan wisata sebagai sarana meningkatkan kreativitas, interaksi sosial hingga pengalaman belajar yang berbeda dari aktivitas di ruang kelas,” pungkasnya. (*/Ananto Wibowo)




