MALANG POST – Di tengah grafik kehadiran Aremania di Stadion Kanjuruhan yang melonjak drastis hingga dua kali lipat, skuad Arema FC memancang tekad kuat untuk segera memutus hasil imbang dan mempersembahkan kemenangan kandang bagi suporter setianya, Sabtu (19/9/2026).
Gemuruh suara dan lipatan jumlah penonton di atas tribun adalah napas kehidupan paling nyata bagi sebuah klub sepak bola. Ketika Kanjuruhan mulai kembali membiru dan ribuan Aremania berbondong-bondong memadati stadion, persembahan tiga poin di kandang sendiri menjadi janji moral yang wajib dilunasi.
Tekad membara itulah yang kini diusung oleh seluruh jajaran tim Singo Edan.
Arema FC memang harus puas berbagi angka usai ditahan imbang 1-1 oleh Persik Kediri pada laga Pekan 3 BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (18/9/2026) sore.
Persik Kediri sempat mengejutkan publik tuan rumah setelah berhasil melesakkan gol lebih dulu pada menit ke-6 lewat sepakan keras Zanadin Fariz.
Singo Edan merespons cepat dan menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti dingin Careca pada menit ke-28 usai Arkhan Fikri dijatuhkan di kotak terlarang.
Laga panas bertajuk Derbi Jawa Timur ini diwarnai drama dua gol Arema FC yang dibatalkan oleh wasit akibat offside.
Gol sepakan Careca di babak pertama serta tandukan keras Walisson Maia di paruh kedua sama-sama dianulir usai peninjauan Video Assistant Referee (VAR).
Satu tembakan spekulasi dari Marcos Vinicius (MV) pun hanya sanggup menghantam tiang gawang Persik.
Kendati raihan satu poin menahan Arema FC di posisi ketujuh klasemen dengan koleksi lima poin, atmosfer di tribun Kanjuruhan justru memperlihatkan gairah yang sangat luar biasa.
Jumlah Aremania yang datang memberikan dukungan langsung secara fisik kepada Singo Edan terus menunjukkan grafik peningkatan tajam.
Laga derbi kontra Persik Kediri tercatat disaksikan langsung oleh 4.084 penonton.
Angka tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan laga kandang perdana Arema FC saat menjamu Isenmulang Kalteng FC yang dihadiri 1.767 pasang mata.
Hebatnya lagi, lonjakan tajam penonton tersebut terjadi pada laga weekday alias hari kerja, bukan di akhir pekan.
Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Santos, mengaku sangat menyayangkan kegagalan timnya memetik tiga poin di tengah gelombang dukungan Aremania yang kian membubung tinggi.
Ia menegaskan anak asuhnya tampil mendominasi di babak kedua dan sangat layak keluar sebagai pemenang di hadapan pendukung sendiri.
”Sangat disayangkan kami hanya mendapat satu poin. Kami sangat ingin memberikan kemenangan untuk Aremania yang sudah hadir memadati Kanjuruhan, tapi keberuntungan belum memihak,” ujar Marcos Santos.
Juru taktik asal Brasil tersebut merasa timnya kini memikul tanggung jawab besar untuk membalas kebanggaan para Aremania yang sudah kembali meramaikan stadion.
”Kami belum terkalahkan di tiga laga awal ini. Namun, kami merasa ‘berutang’ tiga poin di kandang kepada Aremania. Kami akan terus bekerja keras dan berkembang agar bisa mengamankan kemenangan pada laga berikutnya,” tegas Marcos.
Apresiasi senada dilayangkan General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi.
Pria yang akrab disapa Inal tersebut mengutarakan rasa syukur mendalam atas tingginya animo Aremania yang rela meluangkan waktu di hari kerja demi mendukung klub kebanggaan.
Inal menyadari bahwa konsistensi hadirnya Aremania di tribun Kanjuruhan berbanding lurus dengan pretasi manis dan kemenangan di atas lapangan.
”Dukungan Aremania sangat berarti untuk kami. Klub berterima kasih atas support luar biasa ini. Animo penonton berpotensi terus melonjak jika dibarengi prestasi tim,” terang Yusrinal.
Guna menjaga kepercayaan publik Malang yang mulai kembali membiru, Inal memastikan manajemen dan tim pelatih bakal melakoni evaluasi menyeluruh selama masa jeda kompetisi.
”Sampai saat ini kami belum pernah kalah dan jangan sampai kalah. Kami akan tingkatkan performa agar bisa terus konsisten meraih kemenangan demi Aremania di laga mendatang,” pangkas Inal optimistis. (Ra Indrata)




