SANG KAPTEN: Yusrinal Fitriandi dan Marcos Santos, saat ikut merayakan gol perdana Arema di Super League musim 2026/2027, yang dicetak Johan Ahmat Farizi. (Foto: Cak Taufik/Arema FC)
MALANG POST – Head coach Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, menegaskan, skuad Singo Edan tidak boleh terbuai dengan rekor unbeaten (tak terkalahkan) dalam tiga laga awal BRI Super League 2026/2027, seraya memberikan jatah libur sepekan bagi para pemain di masa jeda internasional, Rabu (23/9/2026).
Label belum pernah kalah dalam sebuah kompetisi, sering kali menjadi pisau bermata dua.
Di satu sisi mampu mendongkrak rasa percaya diri, namun di sisi lain berpotensi meninabokkan konsentrasi pemain, jika raihan poin yang didapat justru tersendat akibat rentetan hasil imbang.
Kewaspadaan itulah yang kini digarisbawahi oleh jajaran pelatih Singo Edan.
Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Santos, tidak menampik, torehan tak terkalahkan dalam tiga pertandingan awal merupakan catatan positif.
Namun, juru taktik asal Brasil tersebut secara terbuka mengaku tidak puas, dengan raihan lima poin yang dikumpulkan timnya.
Berdasarkan kalkulasi di lapangan, Arema FC seharusnya sanggup mengamankan sembilan poin sempurna.
”Kami masih kesulitan dalam menyelesaikan pertandingan sesuai harapan,” beber pelatih berlisensi Pro Conmebol ini.
Marcos menyoroti kegagalan timnya mempertahankan keunggulan saat ditahan imbang 3-3 oleh PSM Makassar. Serta sirnanya peluang meraih tiga poin penuh, sewaktu melayani Persik Kediri di Kanjuruhan.
Oleh karena itu, Johan Ahmat Farizi dan kawan-kawan diminta tidak merasa berada di zona nyaman, hanya lantaran belum tersentuh kekalahan.
Sebab, kepuasan semu tersebut berpotensi menggerogoti mental bertanding di laga-laga krusial berikutnya.
Marcos bersama tim pelatih akan melakoni evaluasi menyeluruh, untuk mengurai akar masalah yang membuat tim kerap membuang poin penuh.
”Kami memang belum kalah, tetapi kami pastikan tim ini akan terus berkembang dan bekerja keras untuk bisa meraih tiga poin di laga-laga berikutnya,” tegasnya.
Pandangan senada diutarakan General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi.
Pria yang akrab disapa Inal tersebut menyuarakan, tuntutan utama Arema FC di setiap pertempuran BRI Super League adalah kemenangan mutlak.
”Dari hasil imbang dua laga beruntun ini, kami pasti melakukan evaluasi secara menyeluruh. Momen jeda internasional selama tiga pekan akan kami optimalkan,” jelas general manager asal Bogor ini.
Hingga pekan ketiga, Arema FC menjadi satu dari tujuh kontestan yang belum bernasib kalah. Bersama Dewa United Banten FC, Madura United FC, Persija Jakarta, Bhayangkara Presisi Lampung FC, Persita Tangerang, dan Persebaya Surabaya.
Mengantongi lima poin dari satu kemenangan dan dua kali imbang, Singo Edan kini menghuni urutan ketujuh klasemen sementara.
Menyikapi masuknya kalender FIFA Matchday yang meliburkan kompetisi hingga dua pekan lebih, manajemen dan tim pelatih sepakat meliburkan pemain selama sepekan.
Langkah ini diambil Marcos untuk memberikan ruang pemulihan (recovery) fisik dan psikologis bagi para pemain usai melakoni jadwal pramusim yang teramat padat.
”Mereka bukan mesin. Pemain sudah berkumpul sejak Piala Presiden, berlatih keras, dan melakoni perjalanan tandang ke Makassar yang sangat menguras energi.”
“Mereka perlu rileks dan berkumpul bersama keluarga agar terhindar dari risiko cedera,” pangkas Marcos. (Ra Indrata)




