TERBAKAR: Sebuah ruko di Kelurahan Temas terbakar, diduga disebabkan karena korsleting listrik. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
MALANG POST – Sebuah ruko dua lantai di Jalan Wukir, Kelurahan Temas, Kota Batu, terbakar akibat dugaan korsleting listrik pada Minggu (6/9/2026) petang, hingga mengerahkan petugas Damkarmat Kota Batu yang berjibaku memadamkan api selama satu setengah jam tanpa korban jiwa.
Warga Jalan Wukir, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, dibuat panik pada Minggu (6/9/2026) petang. Sebuah ruko dua lantai milik Parestin di Jalan Wukir Nomor 18 mendadak dilalap si jago merah.
Begitu laporan kebakaran diterima Markas Komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu, petugas langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan pemadaman mulai pukul 17.37 WIB.
Kobaran api cukup besar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, barang-barang yang berada di lantai dua ruko hangus terbakar. Hampir seluruh bagian lantai satu juga terdampak amukan api.
Kepala Damkarmat Kota Batu, Agung Sedayu, mengatakan bahwa dibutuhkan waktu sekitar satu setengah jam untuk menjinakkan api. Proses pemadaman selesai sekitar pukul 19.05 WIB.
“Diduga kebakaran terjadi karena korsleting listrik pada kamar tengah lantai satu,” ujar Agung.
Petugas mengerahkan sejumlah armada untuk menjinakkan api sekaligus memastikan tidak ada titik api yang menyala kembali. Armada yang dikerahkan di antaranya adalah unit gajah 3, unit gajah 2, dan unit penyuplai (supply).
Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Meskipun demikian, seluruh isi lantai dua dan sebagian besar barang di lantai satu mengalami kerusakan akibat kebakaran. Sementara itu, nilai kerugian materiil masih dalam proses pendataan.
Penanganan kebakaran juga melibatkan sejumlah unsur. Selain personel Damkarmat Kota Batu, petugas BPBD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Polsek Batu, Inafis Polres Batu, relawan ambulans Kota Batu, serta warga sekitar turut membantu proses penanganan.
Di tengah proses pemadaman, warga berdatangan ke sekitar lokasi. Petugas harus bekerja di tengah kerumunan masyarakat yang ingin melihat kejadian sekaligus membantu proses penanganan darurat.
Setelah sekitar satu setengah jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi bangunan aman dan tidak menyisakan bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali. (Ananto Wibowo)




