Kerumunan atau antrean calon penumpang di peron/ruang tunggu Stasiun di Jawa Barat yang sebagian besar mengenakan masker medis untuk mengantisipasi abu vulkanik. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – PT Kereta Api Indonesia Daop 8 Surabaya menyediakan 6.104 tempat duduk dari Stasiun Malang, Senin (7/9/2026), guna mengakomodasi lonjakan penumpang menuju Jakarta dan berbagai kota di Jawa di tengah gangguan transportasi udara akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya menyiapkan sebanyak 6.104 tempat duduk untuk keberangkatan dari Stasiun Malang menuju ke berbagai daerah pada Senin (7/9/2026).
Kesiapan kapasitas tersebut merupakan upaya KAI dalam mengakomodasi kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan alternatif transportasi di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Selain melayani perjalanan dari Stasiun Malang ke berbagai daerah di Pulau Jawa, KAI Daop 8 Surabaya juga menyiapkan empat perjalanan kereta api tujuan Jakarta pada Senin (7/9/2026) dengan total kapasitas sebanyak 1.890 tempat duduk. Empat perjalanan tersebut menjadi pilihan masyarakat yang membutuhkan moda transportasi menuju Jakarta.
Adapun empat KA keberangkatan dari Stasiun Malang tujuan Jakarta adalah sebagai berikut:
- KA Jayabaya relasi Malang–Pasarsenen, jadwal keberangkatan pukul 13.45 WIB
- KA Gajayana relasi Malang–Gambir, jadwal keberangkatan pukul 14.55 WIB
- KA Brawijaya relasi Malang–Gambir, jadwal keberangkatan pukul 16.00 WIB
- KA Majapahit relasi Malang–Pasarsenen, jadwal keberangkatan pukul 17.45 WIB
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa KAI terus melakukan penyesuaian kapasitas dan pelayanan untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat.
“KAI Daop 8 Surabaya terus berupaya memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat dengan menyiapkan kapasitas tempat duduk dari Stasiun Malang serta empat perjalanan KA tujuan Jakarta. Kami berharap kebutuhan mobilitas masyarakat dapat terakomodasi dengan baik. KAI juga terus memantau perkembangan kondisi dan melakukan penyesuaian operasional apabila diperlukan, dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan,” ujar Mahendro.
Tingginya mobilitas masyarakat juga terlihat dari volume pelanggan kereta api di Stasiun Malang. Pada Minggu (6/9/2026), Stasiun Malang tercatat melayani sebanyak 6.785 pelanggan naik dan turun. Jumlah tersebut meningkat sebesar 15 persen dibandingkan dengan minggu lalu (30/8/2026) yang mencatat sebanyak 5.903 pelanggan.
Sementara itu, pada Senin (7/9/2026) hingga pukul 08.30 WIB, tercatat sebanyak 5.740 pelanggan naik dan turun, dengan rincian 2.597 pelanggan naik dan 3.143 pelanggan turun di Stasiun Malang.
KAI Daop 8 Surabaya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi perjalanan kereta api serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan perjalanan kereta api tetap berlangsung dengan aman dan selamat. Masyarakat juga diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi KAI terkait dengan perkembangan perjalanan dan jadwal keberangkatan.
Sehubungan dengan adanya dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan potensi paparan abu vulkanik, KAI mengimbau masyarakat dan pelanggan yang melakukan perjalanan untuk menggunakan masker, khususnya saat berada di luar ruangan maupun di area yang berpotensi terdampak debu atau abu vulkanik. Penggunaan masker merupakan salah satu langkah sederhana untuk membantu menjaga kesehatan dan kenyamanan selama melakukan perjalanan.
“Kami mengimbau pelanggan untuk tetap menjaga kesehatan selama perjalanan, salah satunya dengan menggunakan masker sebagai antisipasi terhadap debu atau abu vulkanik. Yang terpenting, masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap mengikuti informasi resmi dari KAI mengenai perjalanan kereta api,” tutup Mahendro. (*/M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




