PKS: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Rektor UNISMA, Junaidi menunjukkan PKS yang sudah diteken di ruang sidang Balai Kota Malang. (Foto: Iwan Kaconk/Malang Post)
MALANG POST – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama pimpinan PTN dan PTS. Seperti Universitas Brawijaya (UB), UNISMA, dan Universitas Ma Chung di Kota Malang, Rabu (5/8/2026), guna menyokong program Ngalam Pinter, sekaligus memitigasi gesekan antar-kelompok mahasiswa dan masalah kesehatan mental.
Kota Malang itu kota pendidikan. Ratusan ribu mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air, datang menuntut ilmu di sini. Tapi di balik gemerlap status kota pelajar, ada kerikil dalam sepatu yang bikin cemas: gesekan antarkelompok mahasiswa daerah, hingga kasus depresi yang berujung tragis.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, tak mau berpangku tangan. Didampingi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Wahyu mengumpulkan pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Universitas Brawijaya (UB), UNISMA, hingga Universitas Ma Chung didudukkan bersama.
Agendanya jelas: penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) jangka panjang.
“PKS yang kita tandatangani bersama ini, akan berlangsung selama lima tahun ke depan. Program yang kita miliki akan dikolaborasikan dengan akademisi, sebagaimana pada forum lalu lintas yang juga ikut terlibat aktif, menata kawasan lalu lintas agar lebih bagus,” terang Wahyu Hidayat, Rabu (5/8/2026).
Kerja sama ini bukan cuma soal formalitas di atas kertas. Target resminya mengawinkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dengan sepuluh program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Salah satunya program “Ngalam Pinter”—mencetak sarjana berkualitas yang disokong beasiswa APBD Kota Malang.

SEPAKAT: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Rektor UNISMA, Prof. Dr. Junaidi, M.Pd., Ph.D., menandatangani PKS di ruang sidang Balai Kota Malang, Rabu (5/08/2026). (Foto: Iwan Kaconk/Malang Post)
Tapi Wahyu melangkah lebih jauh. Pihak kampus diajak masuk ke ranah yang lebih krusial: menjaga ketenteraman kota.
Aksi tawuran atau gesekan antarmahasiswa daerah, dipotret secara tidak langsung bikin Kota Malang kurang kondusif. Warga sekitar jadi cemas. Belum lagi urusan sebagian kecil mahasiswa, yang mengambil jalan pintas mengakhiri hidup akibat tekanan psikologis.
“Kita akan duduk bersama dengan pihak kampus membicarakan hal ini. Termasuk soal kehidupan sebagian kecil mahasiswa yang mengambil jalan pintas atau hal kurang positif lainnya. Kita bersama-sama lakukan screening terhadap calon mahasiswa baru. Namun demikian, peraturan dan kebijakannya kembali pada PTN atau PTS masing-masing,” tambah Wahyu.
Rektor UNISMA Prof. Dr. Junaidi, M.Pd., Ph.D., yang hadir mewakili perwakilan PTS, menyambut hangat uluran tangan Pemkot Malang. UNISMA langsung menindaklanjuti dengan tiga PKS lewat Dekan Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Ilmu Administrasi.
“Kita dukung program Wali Kota Malang dalam hal ini Ngalam Pinter, bidang kesehatan, pendidikan, maupun administrasi. Kita ciptakan calon sarjana berkualitas melalui support beasiswa dari APBD Kota Malang,” ujar Prof. Junaidi.
Soal isu kesehatan jiwa, Junaidi menegaskan pentingnya mitigasi sejak awal. Calon mahasiswa baru bakal dites ketahanan psikologinya sebelum perkuliahan dimulai.
“Sebagaimana kita pahami bersama, aksi nekat di Jembatan Suhat maupun perilaku kurang baik lainnya secara tidak langsung turut mencoreng reputasi nama baik Kota Malang. Oleh karenanya, kita mesti antisipasi,” jelasnya.
Bukan cuma mahasiswa yang digembleng, para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Malang juga kecipratan berkah. UNISMA siap membantu memoles sistem administrasi pemerintahan sekaligus membuka pintu lebar-lebar bagi ASN Kota Malang yang ingin melanjut ke jenjang S2 (Magister).
“Kita bertekad dan berkomitmen mewujudkan warga Kota Malang cerdas, bermartabat, dan berkualitas. Baik warga biasa maupun ASN-nya,” pungkas Junaidi. (Iwan Kaconk/Ra Indrata)




