MALANG POST – Aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan nyaris membakar kawasan permukiman di Jalan Cemara Kipas, Desa Sidomulyo, Kota Batu, Selasa (6/10/2026) pagi, sebelum akhirnya berhasil dipadamkan dan didinginkan secara cepat oleh petugas Damkarmat Kota Batu.
Aktivitas membakar sampah secara sembarangan nyaris berujung petaka di kawasan padat permukiman Jalan Cemara Kipas, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Selasa (6/10/2026). Kobaran api sempat membesar dan mengancam rumah warga di sekitarnya sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam insiden tersebut. Petugas Damkarmat memastikan lokasi kejadian benar-benar steril dan aman setelah melancarkan operasi pemadaman sekaligus pendinginan (cooling).
Laporan darurat kebakaran pertama kali diterima oleh petugas piket Markas Komando (Mako) Damkarmat Kota Batu sekitar pukul 08.15 WIB. Informasi peristiwa tersebut disampaikan melalui saluran telepon oleh salah seorang personel lapangan bernama Cucuk.
Merespons laporan tersebut, Regu Yudha yang tengah bersiaga langsung diterjunkan ke lokasi. Armada pemadam Unit Gajah 3 diberangkatkan dari Mako sekitar pukul 08.17 WIB dan berhasil menembus lokasi kejadian dalam kurun waktu lima menit pada pukul 08.22 WIB.

PEMADAMAN: Petugas Damkarmat Kota Batu bersama warga saat bahu membahu memadamkan pembakaran sampah yang hampir meluas ke permukiman warga. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Setibanya di lokasi, petugas langsung mengisolasi serta menyemprotkan air ke titik api utama. Setelah kobaran api berhasil dikuasai, proses penanganan dilanjutkan dengan pembasahan menyeluruh guna memastikan tidak ada sisa bara api tertinggal yang berpotensi memicu kobaran ulang.
Kepala Damkarmat Kota Batu, Agung Sedayu, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil olah pemeriksaan awal di lapangan, amukan api diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah terbuka yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Kondisi ini masuk dalam kategori kelalaian manusia (human error).
“Begitu menerima laporan dari anggota di lapangan pada pukul 08.15 WIB, tim Regu Yudha langsung meluncur menggunakan Unit Gajah 3 dan tiba di lokasi dalam kurun waktu lima menit. Penanganan dilakukan secara cepat melalui pemadaman dan pendinginan menyeluruh,” ujar Agung Sedayu, Rabu (7/10/2026).
Menurut Agung, respons cepat (quick response) personel Damkarmat serta kepedulian warga sekitar sangat berperan penting dalam mencegah perambatan lidah api ke bangunan rumah di sekitarnya.
Agung pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak lagi membakar sampah secara sembarangan. Terlebih, aktivitas pembakaran terbuka (open burning) sangat berbahaya apabila ditinggalkan tanpa pengawasan karena angin kencang dapat dengan cepat merambatkan api ke material kering di sekitarnya.
“Beruntung tidak ada kerugian material maupun korban dalam kejadian ini berkat kesiapsiagaan personel serta bantuan dari warga sekitar yang ikut bahu-membahu di lokasi,” jelasnya.
Rangkaian prosedur penanganan, mulai dari pemadaman, pendinginan, hingga pemeriksaan akhir lokasi, dinyatakan selesai penuh sekitar pukul 08.50 WIB. Setelah memastikan seluruh titik api benar-benar padam, Regu Yudha beserta Unit Gajah 3 meninggalkan lokasi dan tiba kembali di Mako Damkarmat Kota Batu pada pukul 09.00 WIB.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam mengelola sampah domestik. Warga diimbau menghindari metode pembakaran terbuka serta memastikan kondisi lokasi benar-benar aman dan padam total jika terpaksa menggunakan api. (Ananto Wibowo)




