ALL BRAZILIAN: Gustavo Franca dan Gabriel Silva, dua pemain asal Brasil yang mencetak dua gol saat ditahan imbang 3-3 oleh PSM. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menegur keras jajaran pemainnya di ruang ganti usai keunggulan 3-1 sirna akibat dua gol balasan PSM Makassar pada menit-menit akhir pertandingan Pekan 2 Super League 2026/2027 di Stadion Gelora BJ Habibie, Minggu (13/9/2026) malam.
Kehilangan kemenangan yang sudah dalam genggaman akibat hilangnya konsentrasi bertanding menjadi pukulan telak bagi tim mana pun. Raut kepedihan dan rasa penyesalan mendalam terpancar jelas dari raut jajaran pelatih serta pemain Singo Edan.
Kekecewaan meluap di ruang ganti Arema FC pascaduel kontra PSM Makassar.
Arema FC harus rela menerima hasil imbang 3-3 meski sempat memimpin keunggulan 3-1 hingga pertengahan babak kedua.
Dalam sesi konferensi pers usai laga, pelatih Arema FC, Marcos Santos, membuka pernyataannya dengan nada tinggi.
Juru taktik asal Brasil itu mengaku telah memberikan teguran sangat keras kepada anak asuhnya di dalam ruang ganti.
“Sungguh pertandingan yang sulit. Saya sangat menegur para pemain saya tadi karena kami tidak seharusnya membiarkan papan skor yang sudah unggul 3-1 kemudian di saat-saat terakhir melepaskan perjuangan dan rencana taktis,” tegas Marcos Santos, Minggu (13/9/2026) malam.
Marcos mengapresiasi bahwa para pemain sebenarnya telah menjalankan instruksi taktik dengan sangat baik hingga mampu memimpin keunggulan.
Namun, mengendurnya fokus di masa injury time menjadi kesalahan fatal yang tidak bisa ditoleransi.
Marcos menegaskan bahwa Arema FC mengusung target tinggi untuk bersaing di papan atas klasemen.
Oleh karena itu, membuang dua poin secara cuma-cuma akibat kelengahan sendiri adalah sebuah petaka besar.
“Dengan segala hormat kepada PSM Makassar, itu adalah kesalahan kami. Kami tidak boleh membiarkan lawan mencetak dua gol balasan saat kami sedang memimpin 3-1,” cecarnya.
Marcos juga menyinggung kepemimpinan wasit Yudi Nurcahya dan petugas room VAR.
Ia menilai ada insiden benturan keras di dalam kotak penalti terhadap Gabriel Silva (Gabi) yang seharusnya diperiksa atau berpotensi melahirkan hadiah penalti.
Meski demikian, Marcos enggan bersembunyi di balik keputusan wasit.
Ia menyebut lini depan Arema FC seharusnya sanggup mengunci kemenangan lebih awal jika mampu menyelesaikan dua atau tiga peluang emas menjadi gol keempat.
Menjawab pertanyaan media mengenai dominasi gempuran PSM yang direspons Arema lewat skema serangan balik, Marcos membeberkan alasan taktisnya.
Marcos membaca keputusan pelatih PSM yang memasukkan banyak pemain ofensif untuk mengejar ketertinggalan.
Kondisi tersebut menyisakan ruang terbuka yang sangat lebar di benteng pertahanan tuan rumah.
“Rencana permainannya memang memanfaatkan transisi cepat di ruang kosong itu untuk menyelesaikan pertandingan. Tapi sayangnya kami tidak mencetak gol keempat, konsentrasi turun, dan dihukum dua gol balasan,” jelas Marcos lesu.
Kekecewaan senada diungkapkan gelandang bertahan Arema FC, Julian Guevara.
Pemain asal Kolombia tersebut mengaku seluruh anggota tim merasa lesu dan terpukul dengan hasil imbang ini.
“Pasti kami kecewa atas hasilnya dan merasa lesu karena kami telah bermain bagus. Di ruang ganti kami merasa seharusnya bisa bermain lebih baik lagi dan mengunci kemenangan,” kata Julian.
Julian mengakui ruang ganti Arema FC diliputi suasana penyesalan mendalam.
“Kami tidak boleh kebobolan di menit-menit akhir seperti tadi. Hasil ini menjadi pelajaran berharga untuk perbaikan pada pertandingan berikutnya,” pangkas Julian. (Ra Indrata)




