MALANG POST – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Batu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang dan risiko kebakaran hutan di Kota Batu, Minggu (13/9/2026), menyusul rilis prakiraan cuaca ekstrem dari BMKG Juanda hingga 14 September 2026.
Angin berembus lebih kencang dari biasanya di Kota Batu. Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi angin kencang yang diprakirakan terjadi hingga 14 September 2026.
Imbauan tersebut merujuk pada prakiraan cuaca resmi dari BMKG Juanda. Sebagai daerah pegunungan, Kota Batu memiliki sejumlah kawasan yang cukup rentan terdampak angin kencang, terutama ketika kondisi cuaca mengalami perubahan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, meminta masyarakat tidak menganggap sepele kondisi tersebut. Sejumlah langkah antisipasi perlu dilakukan untuk mencegah kerusakan fisik maupun timbulnya korban jiwa.

PEMBERSIHAN: Personel BPBD Kota Batu bersama petugas gabungan, relawan dan warga saat melakukan pembersihan material pohon tumbang beberapa waktu lalu, saat ini Kota Batu diprediksi berpotensi angin kencang. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Kondisi dinamika cuaca dari BMKG ini perlu respons cepat dari masyarakat. Kami meminta warga mengamankan benda-benda ringan di luar rumah serta tidak memarkir kendaraan di bawah pohon besar, tiang listrik, atau struktur yang rawan roboh,” ujar Suwoko, Minggu (13/9/2026).
Warga juga diminta untuk mengecek bagian rumah yang berpotensi terdampak, terutama atap, genteng, hingga kanopi yang rawan terlepas ketika diterjang angin. Dahan pohon yang sudah lapuk juga disarankan untuk dipangkas guna mengurangi risiko patah dan tumbang.
Tidak hanya di lingkungan rumah, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan saat berada di jalan raya. Pengendara diminta menghindari area di bawah pohon besar maupun tiang reklame. Jika kondisi cuaca membahayakan atau jarak pandang terbatas, pengendara diminta segera menepi dan mencari lokasi yang aman.
Bagi warga yang telanjur berada di luar ruangan saat angin kencang menerjang, BPBD mengingatkan agar segera berlindung di bangunan yang kokoh. Area di sekitar kaca jendela juga sebaiknya dihindari untuk mengantisipasi pecahnya kaca akibat benturan benda yang terbawa angin.

Ancaman lain yang turut menjadi perhatian adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Vegetasi yang kering pada musim kemarau, ditambah hembusan angin kencang, dapat membuat kobaran api merambat lebih cepat.
“Kami tegaskan agar warga tidak membakar sampah sembarangan pada musim kemarau ini karena angin kencang dapat membuat api merambat dengan cepat hingga memicu karhutla,” tegasnya.
BPBD juga mengingatkan warga untuk tidak mendekati kabel listrik yang putus setelah terjadi angin kencang. Kondisi tersebut berisiko membahayakan keselamatan dan sebaiknya segera dilaporkan kepada petugas.
Suwoko mengatakan bahwa BPBD Kota Batu terus berkoordinasi dengan BMKG dan instansi terkait untuk memantau perkembangan cuaca. Masyarakat juga diminta segera melapor melalui call center BPBD Kota Batu jika terjadi kondisi darurat.
“BPBD Kota Batu akan terus berkoordinasi dengan BMKG dan instansi terkait untuk memantau perkembangan cuaca dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)




