DUEL CORNER: Pemain-pemain Arema FC terus menempa diri. Termasuk mengantisipasi bola-bola dari hasil tendangan penjuru. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Asisten Pelatih Arema FC, Andre Caldas Costa, memimpin pemusatan latihan intensif untuk membenahi penguasaan bola (ball possession) serta memperkokoh kekompakan tim Singo Edan, menjelang laga Pekan ke-4 Super League 2026/2027, menantang Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (10/10/2026) mendatang.
Dominasi penguasaan bola di atas rumput hijau, kerap menjadi cermin sejauh mana sebuah tim mampu mengendalikan jalannya pertarungan. Ketika angka aliran bola antarlini justru terus melorot dari pekan ke pekan, pembenahan taktis mendasar harus segera disuntikkan sebelum roda kompetisi bergulir makin terjal.
Pekerjaan rumah yang teramat krusial itulah, yang kini tengah digarap oleh jajaran pelatih Singo Edan.
Mengantongi raihan lima poin dari tiga laga awal Super League 2026/2027, lewat catatan satu kemenangan dan dua hasil imbang, tentu bukanlah raihan yang buruk bagi Arema FC.
Namun catatan di balik statistik penguasaan bola, tim Singo Edan justru memperlihatkan grafik penurunan yang sangat mengkhawatirkan.
Pada laga perdana melawan Isenmulang, penguasaan bola Arema FC masih berada di angka 49 persen.
Angka itu kemudian merosot tajam menjadi 37 persen saat menghadapi PSM Makassar.
Puncaknya terjadi pada derbi Jawa Timur kontra Persik Kediri.
Singo Edan tercatat hanya mampu menguasai 33 persen aliran bola sepanjang sembilan puluh menit pertarungan.
Secara akumulatif, rata-rata penguasaan bola Arema FC berada di kisaran 39,7 persen saja.
Rapor statistik tersebut membuat aspek ball possession dan skema membangun serangan dari bawah masuk dalam daftar evaluasi utama tim.
Memanfaatkan libur jeda kompetisi usai agenda FIFA Matchday September, Arema FC menggeber sesi latihan selama sepekan penuh.
Kemudi taktis Arema FC untuk sementara dipegang oleh Asisten Pelatih Andre Caldas Costa.
Sebab Head Coach Marcos Santos harus terbang pulang ke Brasil untuk mendampingi sang istri yang tengah menderita sakit keras.
“Selain kekompakan tim, kami juga sangat menekankan aspek penguasaan bola dalam sesi latihan di jeda kompetisi ini,” sebut Andre Caldas Costa.
Andre menjelaskan, perbaikan yang digodok timnya tidak sekadar mengejar persentase berapa lama pemain memegang bola di lapangan.
Lebih dari itu, para pemain dituntut lebih tenang saat membangun alur serangan dari lini belakang ke depan.
Singo Edan wajib memastikan aliran operan antarlini berjalan mulus tanpa mudah dipotong oleh pemain lawan.
Fokus perbaikan ini dinilai sangat vital karena permainan Arema FC belakangan terlalu bergantung pada skema transisi cepat.
Ketika lawan menerapkan tekanan tinggi sejak garis depan, para penggawa Singo Edan kerap kehilangan akal dan terdesak di area sendiri.
Jarak antarpemain di sekitar pemegang bola kini diperrapat agar menyajikan lebih banyak pilihan umpan kombinasi pendek.
Langkah ini disiapkan secara khusus untuk meredam Bhayangkara FC yang dikenal sangat dominan dengan rata-rata penguasaan bola mencapai 61,7 persen.
“Kami sadar apa saja yang harus kami benahi dari evaluasi tiga pertandingan kemarin, termasuk memperkokoh pertahanan dan kedisiplinan saat menguasai bola,” tegas Andre.
Pertarungan sengit antara Arema FC melawan Bhayangkara FC dipastikan bakal tersaji di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (10/10/2026) pukul 15.30 WIB. (Ra Indrata)




