PLAKAT: Bupati Sanusi, ketika menyerahkan cindera mata kepada Ketua Rombongan SSDN P4N Lemhannas RI, Mayjen TNI (Mar) Y. Rudy Sulistyanto. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
MALANG POST – Bupati Malang HM. Sanusi, menerima rombongan Peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Lemhannas RI, di Ruang Rapat Anusapati guna memaparkan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) Kabupaten Malang, dalam mendukung kemandirian energi nasional, Rabu (9/9/2026) pagi.
Masa depan ketahanan nasional, tidak lagi hanya diukur dari kekuatan persenjataan di benteng pertahanan. Di era transisi global, kemandirian dan kedaulatan energi justru menjadi pilar paling vital, untuk memagari keberlangsungan hidup bangsa.
Sadar akan besarnya modal alam di wilayahnya, Pemerintah Kabupaten Malang memasang dada menjadi pelopor EBT.
Bupati Malang, HM. Sanusi, menyambut langsung rombongan Peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN), Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXX TA 2026 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.
Pertemuan penting tersebut digelar di Ruang Rapat Anusapati, Pemkab Malang, Kepanjen, Rabu (9/9/2026) pagi.
Atas nama Pemkab Malang, Abah Sanusi—sapaan akrab Bupati Malang—menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua Rombongan SSDN P4N Lemhannas RI, Mayjen TNI (Mar) Y. Rudy Sulistyanto, S.E., beserta 26 peserta calon pimpinan nasional.
“Merupakan suatu kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten Malang, mendapatkan kepercayaan sebagai salah satu lokasi pelaksanaan SSDN P4N LXX Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi momentum sangat penting untuk bertukar informasi mengenai pengembangan energi terbarukan di daerah,” ujar Sanusi, Rabu (9/9/2026).

PAPARAN: Di hadapan peserta SSDN P4N LXX TA 2026 Lemhannas RI, Bupati Sanusi menyampaikan potensi EBT Kabupaten Malang. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
Tema yang diusung Lemhannas RI kali ini, berfokus pada Penguatan Pengembangan Energi Terbarukan di Provinsi Jawa Timur, Guna Mendukung Kemandirian Energi, dalam rangka Memperkuat Ketahanan Nasional.
Sanusi menilai tema tersebut sangat klop dengan profil geografis Kabupaten Malang. Wilayah ini mengantongi modal kekayaan alam melimpah untuk menopang EBT.
Di skala raksasa, Kabupaten Malang memiliki rekam jejak panjang pemanfaatan energi air dan surya. Contoh konkritnya adalah operasional PLTA Sutami Karangkates, serta proyek pengembangan PLTS Terapung Karangkates.
“Hal tersebut menunjukkan potensi sumber daya alam Kabupaten Malang dapat dioptimalkan untuk menyokong energi bersih dan berkelanjutan,” tegas Sanusi.
Namun, daya pikat Kabupaten Malang tak hanya terletak pada proyek berskala raksasa. Inovasi EBT berbasis kemasyarakatan di tingkat desa juga tumbuh subur.
Kabupaten Malang memanfaatkan jaringan sungai dan saluran irigasi melimpah, untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).
Keberhasilan PLTMH ini bisa disaksikan langsung di objek wisata Sumber Maron, Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, serta kawasan Desa Wisata Boonpring, Desa Sanankerto, Kecamatan Turen.
EBT di tingkat lokal ini tak sekadar memasok daya listrik, melainkan menjelma menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi dan pariwisata masyarakat desa.
Tak berhenti pada air dan matahari, Pemkab Malang juga berhasil menyulap sampah menjadi sumber daya bernilai tambah.
Aroma busuk tumpukan sampah di TPA Talangagung, Kecamatan Kepanjen, diolah secara presisi menjadi gas metana (biogas). Energy ramah lingkungan ini langsung disalurkan gratis ke rumah-rumah warga sekitar.
“Gas yang dihasilkan dari proses penguraian sampah dimanfaatkan sebagai sumber energi. Pengelolaan sampah tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi memberikan nilai tambah berupa energi,” terang politisi senior tersebut.
Sanusi berharap kunker strategis Lemhannas RI tidak berhenti sebagai agenda seremoni atau diskusi di atas kertas semata.
Ia menagih lahirnya racikan rekomendasi strategis dari para calon pimpinan nasional demi mempercepat regulasi EBT di tingkat pusat maupun daerah.
“Kami siap mendukung dan memfasilitasi kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Semoga menghasilkan pemikiran strategis untuk mewujudkan kemandirian energi nasional,” pungkas Sanusi. (PKP/Ra Indrata)




