BERBAGI: Eka Budhi Prasetya. alumnus Prodi Manajemen FE UIN Maliki Malang saat berbagi pengalaman. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Alumni Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Eka Budhi Prasetya, memberikan pembekalan karier kepada para mahasiswa di Kampus UIN Maliki Malang, Selasa (8/9/2026), guna membagikan kunci menjadi lulusan yang siap bekerja, berkarya, dan memberikan dampak di dunia profesional.
Menjadi lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya dengan mengantongi ijazah. Lulusan dituntut memiliki kesiapan untuk memasuki dunia kerja, mampu menghasilkan karya, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Pesan itu disampaikan oleh Eka Budhi Prasetya, alumni Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang angkatan 2010, dalam sesi berbagi pengalaman bertajuk “From Graduate to Professional: Menjadi Lulusan yang Siap Bekerja, Siap Berkarya, Siap Berdampak.”
Eka Budhi Prasetya saat ini dipercaya sebagai Financing Administration and Document Head di Bank Syariah Nasional. Pengalaman panjangnya di dunia profesional menjadi bekal penting untuk memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai berbagai tantangan yang akan dihadapi setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
Menurut Eka, transisi dari dunia kampus menuju dunia profesional membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan akademik. Mahasiswa perlu membangun kompetensi, karakter, kemampuan komunikasi, etos kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan.
“Lulusan tidak boleh berhenti pada status sebagai graduate. Setelah lulus, kita harus terus berkembang menjadi professional yang mampu bekerja, berkarya, dan memberikan dampak,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa dunia kerja memiliki dinamika yang berbeda dengan lingkungan perkuliahan. Di dunia profesional, seseorang tidak hanya dinilai berdasarkan pengetahuan yang dimiliki, melainkan juga berdasarkan kemampuan menyelesaikan persoalan, bekerja dalam tim, berkomunikasi, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan.
Oleh karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan masa perkuliahan untuk membangun sikap belajar (learning attitude) dan pengalaman sebanyak mungkin. Organisasi kemahasiswaan, kegiatan akademik, magang, proyek, penelitian, hingga berbagai aktivitas sosial dapat menjadi ruang untuk melatih kemampuan yang nantinya dibutuhkan di dunia kerja.
Eka juga mendorong mahasiswa agar memiliki orientasi pengembangan diri sejak masih berada di bangku kuliah. Menurutnya, seorang calon profesional harus memiliki kemauan untuk terus belajar dan tidak cepat merasa puas dengan kompetensi yang telah dimiliki.
“Dunia kerja terus berubah. Hal yang dibutuhkan hari ini belum tentu sama dengan kebutuhan lima atau sepuluh tahun mendatang. Oleh karena itu, kemampuan untuk belajar dan beradaptasi menjadi sangat penting,” jelasnya.
Selain kompetensi teknis, ia menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme. Bagi Eka, kemampuan seseorang akan memiliki nilai lebih ketika dibarengi dengan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan komitmen terhadap pekerjaan.
Pengalaman Eka sebagai alumni Manajemen UIN Malang sekaligus profesional di industri perbankan syariah menjadi bukti bahwa pendidikan di perguruan tinggi dapat menjadi fondasi untuk membangun karier. Namun, keberhasilan di dunia profesional tetap membutuhkan proses panjang, kemauan belajar, dan konsistensi dalam mengembangkan diri.
Konsep “siap bekerja, siap berkarya, siap berdampak” menjadi pesan utama yang dibagikan kepada mahasiswa.
Siap bekerja berarti memiliki kompetensi dan mental profesional untuk memasuki dunia kerja. Siap berkarya berarti mampu menghasilkan gagasan, inovasi, dan kontribusi nyata. Sementara itu, siap berdampak berarti menggunakan kompetensi dan karya yang dimiliki untuk memberikan manfaat yang lebih luas.
Pesan tersebut dinilai relevan dengan tantangan pendidikan tinggi saat ini yang tidak hanya berorientasi pada kelulusan mahasiswa, melainkan juga pada kualitas lulusan dan kontribusinya setelah memasuki kehidupan bermasyarakat.
Kehadiran alumni seperti Eka Budhi Prasetya juga menunjukkan pentingnya membangun hubungan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan para alumninya. Pengalaman alumni di dunia profesional dapat menjadi sumber pembelajaran sekaligus inspirasi bagi mahasiswa dalam mempersiapkan karier.
Melalui kegiatan berbagi pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki cita-cita untuk memperoleh pekerjaan setelah lulus, melainkan juga memiliki visi untuk menjadi profesional yang kompeten, berintegritas, mampu berkarya, dan memberikan dampak positif bagi organisasi maupun masyarakat.
Dari kampus menuju dunia profesional, perjalanan sesungguhnya tidak berakhir ketika seseorang memperoleh ijazah. Justru di situlah perjalanan untuk bekerja, berkarya, dan memberikan dampak baru saja dimulai. (Eka Nurcahyo)




