MALANG POST — Pesan keselamatan berlalu lintas tak selalu harus disampaikan lewat imbauan di jalan. Dua personel Satlantas Polres Malang membuktikan edukasi bisa dikemas melalui konten kreatif yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat.
Aipda Udhie Nur Wahyudi dan Briptu Fatimah Zahroh menerima penghargaan dari Kakorlantas Polri Irjen Pol Wibowo, atas kontribusinya dalam membuat dan menyebarluaskan konten kreatif bertema keselamatan berkendara.
Penghargaan tersebut diterima dalam Syukuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Acara tersebut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kakorlantas Polri Irjen Pol Wibowo, sejumlah pejabat utama Polri, serta tamu undangan.
Apresiasi tersebut menjadi bagian dari perhatian Korlantas Polri terhadap personel yang mengembangkan pendekatan kreatif dalam menyampaikan edukasi keselamatan berlalu lintas.
Edukasi Lewat Media Digital
Aipda Udhie dan Briptu Fatimah memanfaatkan media digital untuk menyampaikan pesan keselamatan kepada masyarakat. Konten yang dibuat dikemas secara komunikatif dengan mengangkat hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pesan yang disampaikan antara lain pentingnya kelengkapan berkendara, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, serta kesadaran menjadikan keselamatan sebagai prioritas setiap pengguna jalan.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari perkembangan pola edukasi kepolisian di tengah pesatnya penggunaan media sosial. Pesan keselamatan tidak hanya disampaikan secara konvensional di ruang publik, tetapi juga melalui konten digital yang berpotensi menjangkau masyarakat lebih luas.

TERBAIK: Aipda Udhie Nur Wahyudi dan Briptu Fatimah Zahroh, menerima penghargaan dari Kakorlantas Polri Irjen Pol Wibowo, atas kontribusinya dalam pembuatan konten kreatif keselamatan berkendara. (Foto: Istimewa)
Kasatlantas Polres Malang AKP M. Alief Chelvin mengapresiasi penghargaan yang diterima kedua personelnya.
“Kami tentunya sangat mengapresiasi prestasi Aipda Udhie dan Briptu Fatimah Zahroh. Penghargaan dari Kakorlantas Polri ini menjadi bukti bahwa kreativitas anggota dalam menyampaikan edukasi keselamatan berlalu lintas mendapat perhatian dan apresiasi,” ujarnya.
Menurut Chelvin, perkembangan teknologi dan media sosial perlu dimanfaatkan sebagai sarana edukasi yang positif. Peran polisi lalu lintas, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan penindakan setelah terjadi pelanggaran atau kecelakaan.
“Tugas Polantas bukan hanya hadir ketika terjadi pelanggaran atau kecelakaan. Bagaimana kita mencegah terjadinya kecelakaan juga menjadi bagian penting dari tugas kita. Salah satunya melalui edukasi yang kreatif, sehingga pesan keselamatan dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Chelvin.
Jadi Motivasi Personel
Chelvin berharap penghargaan tersebut menjadi pemacu bagi kedua personel maupun anggota Satlantas Polres Malang lainnya untuk terus mengembangkan inovasi dalam pelayanan dan edukasi masyarakat.
“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi Aipda Udhie, Briptu Fatimah Zahroh, dan seluruh anggota Satlantas Polres Malang untuk terus berkarya. Pesan yang ingin kita bangun adalah bahwa setiap personel Polantas dapat menjadi pelopor keselamatan, termasuk melalui kreativitas dan pemanfaatan media digital,” pungkasnya.
Syukuran HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara tersebut mengusung semangat “Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri.”
Dalam kesempatan itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga menyampaikan pesan agar jajaran Polantas terus menjadi pelopor keselamatan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sepenuh hati.
Bagi Satlantas Polres Malang, penghargaan tersebut menjadi catatan atas upaya menghadirkan edukasi keselamatan melalui medium yang berkembang di tengah masyarakat.
Kreativitas Aipda Udhie dan Briptu Fatimah menunjukkan bahwa kampanye keselamatan berlalu lintas dapat dikembangkan melalui berbagai media. Namun pesan utamanya tetap sama: keselamatan merupakan tanggung jawab setiap pengguna jalan. (Diky Prasetyo/Ra Indrata)




