DADAKAN: Gustavo Franca yang mempunyai posisi asli gelandang, ditarik lebih ke depan untuk mengisi posisi striker. Tiga dari empat gol yang dicetak Arema FC, dihasilkan dari tendangan sudut yang diambilnya. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Meski mengawali kompetisi Super League 2026/2027, dengan kemenangan telak 4-0 atas Isen Mulang Kalteng FC di Stadion Kanjuruhan, manajemen Arema FC memberi sinyal bakal menambah amunisi baru, untuk mengisi slot pemain asing sebelum bursa transfer ditutup, Minggu (6/9/2026).
Laga perdana Arema FC di ajang Super League 2026/2027, dilakoni dengan sangat sempurna.
Menjadi tuan rumah di Stadion Kanjuruhan, Jumat (4/9/2026) sore, tim tamu Isen Mulang Kalteng FC, berhasil dilibas tanpa ampun. Empat gol tanpa balas.
Padahal dalam laga yang disaksikan sekitar 1.767 penonton tersebut, Arema FC bertanding tanpa kehadiran sosok striker asing murni.
Keputusan memutus kontrak Joel Vinicius, serta kondisi cedera striker utama Gustavo Henrique memaksa sang pelatih, Marcos Santos, memutar otak.
Marcos terpaksa mengandalkan kreasi Gustavo Franca dan Careca di lini depan, untuk membongkar pertahanan lawan.
Hasil manis 4-0 di Kanjuruhan memang melegakan. Namun kondisi itu justru membuka mata banyak pihak: Arema FC tetap butuh tambahan juru gedor asing berkualitas.
Apalagi pasca pencoretan Joel Vinicius, kuota pemain asing di skuad Singo Edan masih menyisakan satu kursi kosong.
Perburuan pemain untuk melengkapi kedalaman skuad Singo Edan, mengarungi musim 2026/2027 dipastikan belum berakhir.
Manajemen Arema FC secara terbuka melayangkan sinyal, pintu masuk bagi amunisi baru masih terbuka lebar. Langkah ini dipertimbangkan demi membuat fondasi tim makin kokoh.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, membeberkan skema perekrutan bakal aktif, jika tim teknis membutuhkan penguatan sektor tertentu.
“Selama peluang tersebut ada, kami masih akan mempertimbangkan mendatangkan pemain lagi,” kata pria yang akrab disapa Inal tersebut.
Peluang itu terbuka sangat lebar. Jendela bursa transfer musim panas Super League 2026/2027 yang dibuka sejak 28 Juli, baru akan ditutup rapat pada 30 September mendatang.
Itu artinya, manajemen Singo Edan masih mengantongi waktu cukup panjang untuk berburu sosok penyerang baru.
Selain faktor ketersediaan waktu, Inal menyebut pertimbangan komposisi tim menjadi acuan utama. Saat ini Arema FC diperkuat oleh 31 pemain, termasuk dua rekrutan anyar.
Merujuk pada regulasi pendaftaran pemain Super League, Singo Edan sebenarnya masih mengantongi empat slot kosong yang siap didaftarkan.
Mengenai nama dan posisi pasti calon legiun anyar tersebut, Inal enggan terburu-buru membuka kartu.
“Kita lihat saja nanti siapa yang akan datang,” jawab Inal diplomatis.
Di atas lapangan Kanjuruhan, kedalaman skuad Arema memang teruji sangat menjanjikan.
Menghadapi Isen Mulang Kalteng FC, Arema FC langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit pertama berbunyi.
Keunggulan dibuka cepat pada menit ke-6 lewat sepakan melengkung sang kapten, Johan Ahmat Farizi.
Tak butuh waktu lama, pada menit ke-14 bek tengah Diego Luiz Landis menanduk umpan sepak pojok dan mengubah skor menjadi 2-0.
Kalteng FC yang mencoba merespons justru mengantongi kartu kuning pertama lewat pilar mereka, Makan Konate, pada menit ke-21.
Di masa injury time babak pertama (45+6′), Marcos Vinicius Silvestre Gaspar menambah keunggulan menjadi 3-0 memanfaatkan bola liar di tiang jauh.
Memasuki babak kedua, pelatih Marcos Santos langsung merotasi lini belakang dengan memasukkan Hansamu Yama Pranata menggantikan Walisson Moreira Farias Maia.
Tekanan Singo Edan tidak sedikit pun mengendur. Pada menit ke-66, Arema melakukan pergantian massal tiga pemain sekaligus.
Sneyder Julian Guevara masuk menggantikan Diego Landis, Arkhan Fikri menggantikan Alfeandra Dewangga, serta Matheus Da Conceição Nascimento (Blade) menggantikan Raianderson Da Costa Morais (Careca).
Puncaknya terjadi saat striker anyar Mauro Nils Zijlstra masuk pada menit ke-82 menggantikan Marcos Vinicius.
Hanya butuh tiga menit berada di lapangan, Mauro Zijlstra langsung menyambar bola rebound pada menit ke-85 dan mengunci kemenangan pesta empat gol Arema FC. (Ra Indrata)




