MALANG POST – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang, mendorong transformasi pelayanan publik berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), melalui gelaran Focus Group Discussion (FGD) dan sosialisasi inovasi “SUARA KARMILA” di Aula Kanim Malang, Jumat (4/9/2026).
Pelayanan publik modern, tidak lagi cukup mengandalkan standar operasional prosedur (SOP) di atas lembaran kertas. Kualitas senyum, keramahan kata, hingga ketepatan informasi petugas di loket, kini bisa diuji secara objektif lewat pemanfaatan teknologi digital.
Langkah terobosan berbasis kecerdasan buatan itu, resmi digulirkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang.
Kanim Malang menggelar Focus Group Discussion (FGD), bertajuk “Strategi Pemanfaatan Teknologi dalam Meningkatkan Integritas dan Kualitas Pelayanan Publik melalui Pengembangan Inovasi SUARA KARMILA”, Jumat (4/9/2026).
Acara tersebut dirangkaikan langsung dengan sosialisasi inovasi SUARA KARMILA, kepada seluruh jajaran pegawai.
FGD dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang, Anak Agung Bagus Narayana.
Anak Agung menegaskan, pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik, bukan sekadar ajang gagah-gagahan mengikuti tren perkembangan zaman.

Teknologi menjadi sarana krusial untuk membangun sistem pelayanan keimigrasian yang transparan, terukur, dan berintegritas tinggi.
“Melalui SUARA KARMILA, kami ingin membangun sistem monitoring, yang dapat memberikan gambaran objektif terhadap pelaksanaan standar interaksi pelayanan. Ini menjadi dasar untuk evaluasi dan perbaikan,” kata Anak Agung Bagus Narayana, Jumat (4/9/2026).
Guna memperkaya perspektif, FGD menghadirkan dua narasumber ahli di bidang teknologi informasi dan praktik pelayanan prima (service excellence).
Narasumber pertama, pakar TI dari Universitas Brawijaya, M. Ali Fauzi, S.Kom., M.Kom., Ph.D., membawakan materi seputar pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam birokrasi publik.
Ali Fauzi mengupas tuntas peluang, tantangan, serta pentingnya tata kelola akurasi data dan keamanan sistem, agar AI dapat bekerja secara bertanggung jawab.
Sementara narasumber kedua, Supervisor Layanan Operasional Bank BRI KC Malang Kawi, Ayu Widyaningrum, membedah praktik terbaik (best practice) dalam memantau kualitas interaksi petugas.
Ayu membagikan pengalaman sektor perbankan, dalam mengukur standar komunikasi harian, konsistensi layanan, serta pengolahan hasil monitoring sebagai pijakan evaluasi berkala.
Usai sesi diskusi kelompok terarah, acara dilanjutkan dengan sosialisasi teknis aplikasi SUARA KARMILA.
SUARA KARMILA merupakan akronim dari Sistem Pemantauan Percakapan Petugas Kantor Imigrasi Malang.
Mekanisme kerja inovasi ini terbilang sangat canggih dan baru.
Setiap interaksi dialog antara petugas loket dan pemohon layanan keimigrasian, bakal direkam secara digital.

Rekaman suara tersebut kemudian diolah menggunakan teknologi Speech-to-Text (mengubah suara menjadi teks tulisan secara otomatis).
Sistem kemudian menganalisis susunan kalimat berdasarkan SOP standar percakapan yang telah ditetapkan oleh manajemen.
Hasil analisis ini langsung memunculkan skor tingkat kepatuhan petugas yang bisa dipantau langsung oleh atasan (dashboard real-time).
Kepala Seksi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Kanim Malang, Reindy, menyebut bahwa SUARA KARMILA dikembangkan untuk menyelaraskan kualitas SDM dengan kecanggihan teknologi.
“Pemanfaatan teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. SUARA KARMILA kami kembangkan untuk menghadirkan monitoring pelayanan yang lebih objektif,” kata Reindy.
Reindy optimistis data skoring yang tersaji pada dashboard, bakal menjadi bahan evaluasi yang sangat presisi demi mewujudkan pelayanan keimigrasian yang makin profesional.
Melalui pengembangan SUARA KARMILA ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang menegaskan komitmennya menjadikan teknologi sebagai ruh utama transformasi pelayanan publik yang berintegritas. (Ra Indrata)




