MALANG POST – Menjaga keamanan lingkungan pesantren tidak cukup hanya mengandalkan pengawasan dari satu pihak. Komunikasi antara pengasuh, warga, dan kepolisian juga diperlukan untuk mencegah berbagai persoalan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.
Pesan tersebut disampaikan Kapolsek Sumberpucung Iptu Choirul, S.H., M.H., saat menggelar program Jumat Curhat bersama pengasuh Pondok Pesantren Barokatul Qur’an dan warga Dusun Pakel, Desa Sumberpucung, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jumat (25/9/2026) siang.
Kegiatan berlangsung di Masjid Dusun Pakel, Jalan Abiyoso No. 160A. Iptu Choirul hadir bersama sejumlah anggota Polsek Sumberpucung.
Jumat Curhat menjadi ruang komunikasi langsung antara polisi dengan masyarakat. Melalui forum tersebut, warga dapat menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun informasi mengenai kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungannya.

JUMAT CURHAT: Iptu Choirul mengajak masyarakat dan pengasuh pondok untuk meningkatkan pengawasan guna mencegah tindak pidana di lingkungan pondok pesantren. (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
Pengawasan Lingkungan Ponpes Diperkuat
Dalam pertemuan tersebut, Iptu Choirul menyampaikan apresiasi kepada pengasuh Pondok Pesantren Barokatul Qur’an yang selama ini ikut menjaga kondisi keamanan di wilayah Sumberpucung.
“Terima kasih kepada pengasuh Pondok yang membantu terciptanya situasi kondisi di wilayah Sumberpucung, sehingga menjadi aman tertib dan nyaman. Maka dari itu kita dari Polsek Sumberpucung meminta unek-unek, keluhan, saran terhadap warga yang jadi kendala di sekitar lingkungan pondok,” ujar Iptu Choirul.
Ia kemudian mengingatkan pihak pesantren untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan. Terlebih, sejumlah kasus yang terjadi di lingkungan pesantren kerap menjadi perhatian dan beredar luas di media sosial.
“Kalau kita lihat di medsos banyak terjadi tindak pidana di lingkungan Pondok di antaranya perundungan atau bullying, penganiayaan, pencurian, bahkan pencabulan. Oleh sebab itu pengasuh Pondok harus waspada dan tingkatkan pengawasan baik terhadap santri maupun lingkungan sekitar,” tegasnya.
Menurutnya, pengawasan tidak hanya diperlukan terhadap aktivitas para santri, tetapi juga kondisi lingkungan sekitar pondok. Komunikasi antara pengasuh, warga, dan kepolisian diharapkan dapat membantu mendeteksi persoalan sejak dini.
Polisi Buka Ruang Aspirasi Warga
Iptu Choirul mengatakan program Jumat Curhat secara rutin dilakukan sebagai bagian dari upaya mendekatkan kepolisian dengan masyarakat.
Forum tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi polisi untuk mendengarkan langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga. Masukan dari masyarakat kemudian dapat menjadi bahan untuk mencari langkah penyelesaian bersama.
“Giat Jumat Curhat rutin kami lakukan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami ingin mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan warga dan mencari solusi bersama,” pungkasnya.
Warga Dusun Pakel menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka berharap komunikasi dan sinergi antara kepolisian, pengasuh pesantren, dan masyarakat dapat terus terjaga.
Terutama dalam menjaga keamanan lingkungan, menciptakan suasana yang nyaman bagi warga, serta memastikan lingkungan pondok pesantren tetap kondusif bagi aktivitas pendidikan dan pembinaan para santri.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban. Agenda kemudian ditutup dengan foto bersama di dalam masjid. (Diky Prasetyo/Ra Indrata)




