MALANG POST – Pemerintah Kabupaten Malang, melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), bekerja sama dengan Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya menggelar tahapan penjurian GEMILANG Award 2026 guna memastikan gagasan inovasi tidak berhenti sebagai piala pameran, Sabtu (5/9/2026).
Inovasi sering kali terjebak pada pusaran seremoni. Gagasan cemerlang disusun rapi dalam berkas proposal, dipresentasikan di atas panggung, diberi piala, lalu perlahan dilupakan di dalam lemari arsip.
Pola lama itulah yang ingin dibongkar total oleh Pemerintah Kabupaten Malang.
Melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) bersama Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya, Pemkab Malang memacu inovasi daerah agar berdaya guna secara nyata.
Langkah ini diwujudkan lewat ajang Gema Inovasi Malang Dalam Harmoni (GEMILANG) Award 2026.
Melalui ajang ini, setiap karya inovasi diarahkan menjadi solusi konkret yang dapat diterapkan di lapangan, berkelanjutan, serta memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga.
GEMILANG Award 2026 mengusung tema “Inovasi untuk Mewujudkan Kabupaten Malang yang Maju, Mandiri, Berdaya Saing dan Berkelanjutan”.
Ajang tahunan ini diposisikan sebagai instrumen strategis daerah, dalam membangun budaya berpikir kreatif sekaligus memperkokoh ekosistem riset lokal.

Pada Sabtu (5/9/2026), proses seleksi memasuki tahapan krusial.
Sebanyak 10 finalis dari kategori Perangkat Daerah bertatap muka langsung di hadapan dewan juri untuk memaparkan gagasan mereka.
Para juri menguji setiap materi secara tajam. Pengujian mencakup aspek kebaruan (novelty), relevansi dengan persoalan publik, manfaat nyata, kesiapan eksekusi, potensi keberlanjutan, hingga peluang untuk direplikasi di wilayah lain.
Ujian serupa akan dilanjutkan pada pekan depan, Sabtu (12/9/2026).
Tahapan berikutnya bakal menghadirkan 20 finalis dari kategori Akademisi dan Umum.
Sesi tersebut menjadi penyaring penting untuk menjaring karya riset terbaik, yang sanggup menjawab tantangan pembangunan di wilayah Kabupaten Malang.
Kepala BRIDA Kabupaten Malang, Dr. Ricky Meinardhy, S.T., M.T., menegaskan bahwa esensi inovasi tidak boleh cuma diartikan sebagai ciptaan barang baru.
Lebih dari itu, inovasi adalah keberanian menemukan cara kerja yang jauh lebih efisien untuk memecahkan persoalan warga.
“Inovasi adalah keberanian menemukan cara yang lebih baik dalam menjawab persoalan publik, meningkatkan pelayanan, dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” tegasnya, Sabtu (5/9/2026).
Oleh sebab itu, GEMILANG Award tidak diposisikan sekadar sebagai panggung adu gengsi antar-dinas atau instansi.
Ajang ini difungsikan sebagai wadah penyerapan gagasan kreatif, pembinaan kapasitas para inovator, serta penjaminan agar ide yang lahir benar-benar diimplementasikan.
GEMILANG Award 2026 merangkum tiga kategori utama: Inovasi Daerah, Inovasi Digital, dan Inovasi Non-Digital.
Pesertanya melibatkan segmen luas. Mulai dari jajaran perangkat daerah, elemen masyarakat umum, kalangan akademisi dan mahasiswa, pelaku UMKM, dunia usaha, hingga komunitas kreatif dan startup lokal.
Kolaborasi erat antara BRIDA Kabupaten Malang dan Universitas Brawijaya menjadi simpul penting bagi ekosistem riset.
Sinergi ini mempertemukan unsur pemerintah (government), akademisi (academic), bisnis (business), dan masyarakat (community).
Melalui GEMILANG Award 2026, Pemkab Malang memasang target tinggi.
Inovasi terpilih tidak boleh berhenti di atas kertas proposal. Karya terbaik wajib siap diimplementasikan, dikembangkan, direplikasi, serta diproyeksikan untuk bersaing di tingkat provinsi hingga nasional. (Ra Indrata)




