MALANG POST – Titik api baru kembali membakar kawasan Gunung Buthak di Petak 100, Pujon, Kabupaten Malang, Jumat (4/9/2026), sehingga helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur dikerahkan pada Sabtu (5/9/2026) pagi untuk memadamkan kebakaran di medan ekstrem.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Buthak belum sepenuhnya aman. Setelah sempat dinyatakan padam, titik api baru kembali muncul di Petak 100, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jumat (4/9/2026).
Kondisi medan yang ekstrem dan hembusan angin kencang membuat upaya pemadaman dari darat tidak berjalan maksimal. Alhasil, penanganan kembali ditingkatkan dengan mengerahkan helikopter untuk melakukan pengeboman air (water bombing).
Ps. Kasi Humas Polres Batu, Iptu M. Huda, mengatakan bahwa pemadaman melalui udara mulai dilakukan pada Sabtu (5/9/2026) pagi. Helikopter milik BPBD Jawa Timur sudah beroperasi sejak sekitar pukul 07.30 WIB untuk menjatuhkan air ke titik kebakaran.
“Benar ada titik api baru. Pagi ini kami dari Polres Batu bersama jajaran TNI, BPBD, Perhutani, LMDH, hingga relawan sebanyak 65 orang naik kembali untuk melakukan pemadaman sekaligus memantau sejauh mana lahan yang terbakar,” kata Huda.
Menurut dia, pengerahan helikopter menjadi salah satu strategi untuk mengatasi kendala yang dihadapi personel di lapangan. Medan yang berat serta angin kencang membuat pemadaman manual cukup berisiko.

WATER BOMBING: Personel gabungan mengerahkan helikopter milik BPBD Jatim untuk memadamkan titik api baru kebakaran hutan dan lahan di Gunung Buthak. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Sebelumnya, kemunculan titik api baru terpantau pada Jumat sekitar pukul 10.00 WIB. Administratur Perhutani KPH Malang, Kelik Djatmiko, membenarkan adanya api yang kembali muncul di lokasi kebakaran awal.
“Sekitar pukul 10.00 WIB muncul titik api baru,” ujar Kelik.
Tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi. Personel dari TNI, Polri, Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), dan relawan berupaya memadamkan api secara manual menggunakan teknik gebyok, yakni memukul atau menutup api dengan ranting pohon.
Namun, hingga Jumat sore api belum berhasil dikendalikan secara sepenuhnya. Kondisi medan yang semakin berisiko akhirnya membuat tim mengambil langkah taktis dengan menarik personel. Sekitar pukul 15.00 WIB, seluruh personel diminta menghentikan pemadaman manual dan turun dari lokasi demi keselamatan.
“Upaya pemadaman manual kami hentikan demi keamanan tim. Untuk sementara, pasukan kami tarik dan selanjutnya kami koordinasikan dengan tim gabungan untuk langkah-langkah berikutnya,” terang Kelik.
Kemunculan titik api baru ini menambah kewaspadaan terhadap karhutla di kawasan Gunung Buthak. Sebab, kebakaran pertama kali dilaporkan pada Selasa (1/9/2026) pagi dan sempat dinyatakan padam pada sore harinya setelah petugas berjibaku melakukan pemadaman manual.
Berdasarkan pendataan sementara, total lahan yang terdampak kebakaran di kawasan tersebut mencapai sekitar 15 hektare. Selain pemadaman, personel gabungan juga melakukan pemantauan untuk memastikan luasan lahan yang terdampak sekaligus mengantisipasi meluasnya api.
Demi keselamatan masyarakat dan pendaki, jalur pendakian menuju Gunung Buthak, Gunung Panderman, dan Gunung Bokong masih ditutup sementara. Penutupan dilakukan sampai kondisi dinilai aman dan belum ditentukan batas waktu pembukaannya. (Ananto Wibowo)




