MANTAN: Gabriel Silva berebut bola dengan Dedik Setiawan, dalam laga uji coba Arema FC vs RANS Nusantara. Skor akhir 2-0 untuk Singo Edan. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, mengaku puas melihat perkembangan level permainan, kesiapan fisik, hingga ketahanan mental anak asuhnya, usai menundukkan RANS Nusantara FC 2-0 dalam laga uji coba di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Sabtu (22/8/2026) sore.
Skor akhir 2-0 untuk kemenangan Arema FC atas RANS Nusantara FC, memang memuaskan. Namun, bagi Marcos Santos, papan skor bukanlah kacamata utama untuk menilai timnya.
Juru taktik asal Brasil itu melihat hal yang jauh lebih krusial. Ia mengamati detail bagaimana skema permainan dan mentalitas bertanding Singo Edan, berkembang di atas rumput hijau.
Raut kegembiraan tidak bisa disembunyikan, dari wajah pelatih berusia 46 tahun tersebut usai laga. Marcos menilai anak asuhnya sukses menerjemahkan instruksi taktik dengan sangat rapi.
Ritme permainan yang dirancang selama sesi latihan, mampu diperagakan secara konsisten sepanjang pertandingan.
“Itu pertandingan yang sangat bagus. Kami bermain sesuai dengan apa yang kami rencanakan. Kami memiliki ritme permainan yang bagus,” kata Marcos Santos saat memberikan keterangan usai laga, Sabtu (22/8/2026).
Fokus utama Marcos dalam laga uji coba ini, bukan sekadar mengejar kemenangan hiburan. Ia memanfaatkan momen ini untuk menguji kedalaman skuad menjelang bergulirnya Super League 2026/2027.
Marcos melakukan eksperimen berani, dengan merombak komposisi pemain. Sejumlah pilar muda diberikan menit bermain yang cukup panjang di babak kedua.
Langkah ini diambil untuk mengukur respons dan nyali para pemain muda, saat berhadapan dengan situasi pertandingan sesungguhnya.
“Ada banyak pemain yang bermain dan kami bahkan mendapat kesempatan memainkan pemain-pemain muda kami,” tutur juru taktik berpaspor Brasil tersebut.
Eksperimen tersebut memberikan gambaran utuh bagi tim pelatih. Marcos kini mengantongi peta kekuatan riil seluruh elemen skuad Singo Edan, mulai dari pemain utama hingga pelapis.
Catatan evaluasi ini menjadi bahan berharga sebelum Arema FC terjun ke ketatnya kompetisi resmi. Sektor mana yang butuh pembenahan akan segera dipoles kembali.
“Sangat penting bagi kami untuk melihat level tim saat ini, baik secara fisik maupun mental,” tegas Marcos.
Kepuasan Marcos didasari oleh perjuangan kerja keras tim di lapangan. Dalam laga uji coba yang juga diwarnai pengenalan penyerang baru Mauro Zijlstra tersebut, Arema FC sempat dibuat frustrasi di babak pertama.
Pertahanan rapat RANS FC yang dikomandoi pelatih Kas Hartadi, sempat membuat lini depan Arema FC jalan di tempat. Tiga juru gedor Singo Edan, termasuk Gustavo França dan Gabriel Silva, terus berupaya membongkar tembok lawan.
Peluang emas sempat didapat lewat eksekusi tendangan bebas Gustavo França. Namun, bola masih melayang tipis di atas mistar.
Kedua tim mengakhiri babak pertama dengan skor kacamata 0-0. RANS FC yang mengandalkan serangan balik lewat eks pemain Arema seperti Dedik Setiawan dan Vikrian Akbar, juga gagal mencuri gol.
Ujian mental yang dimaksud Marcos terbukti pada paruh kedua. Perubahan strategi yang diinstruksikan tim pelatih berjalan sangat efektif saat tempo pertandingan makin memanas.
Kesabaran Arema FC akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-64. Bek jangkung asal Brasil, Diego Landis, memecah kebuntuan memanfaatkan kemelut di dalam kotak penalti RANS FC.
Hanya berselang empat menit, giliran Gustavo França yang menambah keunggulan menjadi 2-0. Ia jeli memanfaatkan kesalahan kiper lawan saat mengantisipasi serangan balik cepat.
RANS FC sempat mengancam lewat tendangan keras M. Rafli pada menit ke-79. Namun, kiper Adi Satryo tampil sigap mengamankan gawang.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Arema FC sukses mengunci kemenangan dua gol tanpa balas. Hasil manis dan evaluasi positif ini menjadi modal berharga Marcos Santos untuk mematangkan skuad Singo Edan. (Ra Indrata)




